Pengangguran Naik Indeks Dolar AS Justru Menguat

Indeks dolar AS naik pada akhir perdagangan kemarin. Investor valuta asing mempelajari data yang baru dirilis mulai dari data tenaga kerja hingga penjualan ritel.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,27% pada 96,3457, dilansir dari Xinhua, Jumat (17/7/2020).

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1378 dari USD1,1405 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2546 dari USD1,2580 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke USD0,6967 dari USD0,6998.

Dolar AS membeli 107,37 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,95 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9448 franc Swiss dari 0,9455 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3573 dolar Kanada dari 1,3508 dolar Kanada.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, mencapai 1,3 juta pada pekan yang berakhir 11 Juli, menyusul revisi 1,31 juta pada minggu sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan 1,24 juta klaim baru.

Di sisi lain, Departemen Perdagangan menyebut penjualan ritel AS naik 7,5% pada Juni, melebihi ekspektasi pasar.

Indeks dolar ASmelemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan kemarin. Kurs dolar AS melemah di tengah harapan yang menjanjikan dari produsen vaksin covid-19.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya jatuh di bawah 96 untuk pertama kalinya sejak Juni. Turun ke level terendah satu bulan di 95,770. Indeks memangkas beberapa kerugiannya dalam perdagangan sore, terakhir turun 0,09% menjadi 96,070, dilansir dari Reuters, Kamis (16/7/2020).

Saham perusahaan Moderna melonjak 6,9%. Perusahaan bioteknologi AS mengatakan vaksin coronavirus-nya menghasilkan respons kekebalan yang kuat, atau menetralkan antibodi pada 45 pasien dalam uji coba tahap awal. Dan perusahaan itu dilaporkan memulai uji klinis terakhir untuk vaksin covid-19 pada akhir Juli.

Di antara mata uang terkait komoditas berisiko, dolar Kanada menguat 0,73%, dolar Australia naik 0,43% dan dolar Selandia Baru naik 0,46%.

“Pelemahan dolar AS sekali lagi dikaitkan dengan latar belakang risiko, yang membuat saham dan imbal hasil naik, mendorong pelepasan posisi safe-haven dolar AS. Lonjakan pengambilan risiko datang menyusul berita bahwa vaksin covid eksperimental Moderna terlihat menjanjikan,” tulis para analis di Action Economics.

Indeks dolar AS menurun pada akhir perdagangan kemarin. Dolar melemah karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, tergelincir 0,21% menjadi 96,2635, dilansir dari Xinhua, Rabu (15/7/2020).

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1393 dari USD1,1352 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2555 dari USD1,2570 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik hingga USD0,6968 dari USD0,6963.

Dolar AS membeli 107,20 yen Jepang, lebih rendah dari 107,28 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9391 franc Swiss dari 0,9416 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3621 dolar Kanada dari 1,3587 dolar Kanada.

Di sisi ekonomi, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan, indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Semua Konsumen Urban di Amerika Serikat meningkat 0,6% pada Juni berdasarkan penyesuaian musiman setelah jatuh 0,1% pada Mei, melaporkan Selasa. CPI inti, yang menghapus makanan dan energi, naik 0,2% pada Juni, kenaikan bulanan pertama sejak Februari.

Mata uang AS, umumnya dipandang sebagai safe haven, juga di bawah tekanan di tengah momentum kuat di pasar ekuitas dengan Dow naik sekitar 400 poin.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini