Perang Dagang Memanas, Yen Kembali Menguat

Perang Dagang Memanas, Yen Kembali Menguat

Berikut berita terbaru mengenai forex hari ini – Pada perdagangan Selasa (27/8/19), Yen Jepang menguat kembali usai melemah tajam di awal pekan kemarin. Pelemahan ini diakibatkan munculnya harapan damai dagang antara AS dengan China usai hubungan keduanya memanas akhir pekan lalu.

Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 105,85/US$ atau menguat 0,25% di pasar spot pada pukul 7:20 WIB, mengutip Data Refinitiv.

Pada akhir pekan lalu hubungan AS-China kembali memanas dan mengakibatkan gejolak di pasar finansial sampai yen menguat ke level terkuat sejak November 2016 terhadap dolar AS.

PUSAT EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

Pada hari Jumat lalu, pemerintah China akan mengenakan tarif baru impor mulai dari 5% sampai 10% terhadap produk-produk dari Paman Sam senilai US$ 75 miliar, dan mulai berlaku pada 1 September dan 15 Desember.

China juga kembali mengenakan tarif sebesar 25% atas mobil dari AS yang akan masuk ke China, dan untuk suku cadangnya akan dikenakan tarif sebesar 5%. Sebelumnya kebijakan dihentikan pada bulan April lalu, dan kini akan diberlakukan kembali mulai 15 Desember.

Tindakan China ini kembali membuat AS panas.  Donald Trump mengumumkan jika per tanggal 1 Oktober, pihaknya akan menaikkan bea masuk bagi US$ 250 miliar produk impor asal China, dari yang saat ini sebesar 25% menjadi 30% dalam cuitannya di Twitter.

Selain itu, Pada 1 September,  bea masuk bagi produk impor asal China lainnya senilai US$ 300 miliar yang akan mulai berlaku (ada beberapa produk yang pengenaan bea masuknya diundur hingga 15 Desember), akan dinaikkan menjadi 15% dari rencana sebelumnya yang hanya sebesar 10%.

Dengan adanya harapan perdamaian usaiPresiden AS, Donald Trump, mengatakan China menginginkan perundingan dimulai lagi dan kedua negara akan memulai pembicaraan dengan serius pada Senin kemarin .

Di hari yang sama, Wakil PM China, Liu He, menyatakan China bersedia menyelesaikan permasalahan perdagangan melalui kesepakatan yang “tenang” dan menolak segala peningkatan ketegangan dagang.

Komentar positif dari kedua negara tersebut disambut baik oleh pelaku pasar dan sentimen pun membaik. Bursa saham AS menguat, dan juga aset-aset aman (safe haven) seperti yen melemah pada Senin kemarin.

Walaupun demikian, pelaku pasar juga masih berhati-hati, sejarah perundingan dagang kedua negara memang manis di awal, tapi selalu berujung pahit, ujung-ujungnya saling balas mengenakan tarif. Apalagi belum pasti kapan perundingan resmi akan dimulai lagi.

Kehati-hatian ini membuat yen masih akan tetap kuat melawan dolar AS.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini
Shares