Poundsterling Menguat Menjauhi Level Terlemahnya 34 Tahun

Poundsterling Menguat Menjauhi Level Terlemahnya 34 Tahun

Berita terbaru mengenai forex hari ini – Pada perdagangan Kamis (15/8/19), Poundsterling Inggris menguat terhadap dolar Amerika Serikatdan kembali ke atas level US$ 1,21. Dalam pekan ini poundsterling terus tertahan di dekat level terlemah dalam 34 tahun terakhir, penguatan hari ini membuatnya menjauhi level tersebut.

Pada pukul 19:24 WIB, mata uang ratu Elizabeth diperdagangkan di kisaran US$ 1,2132 atau menguat 0,62% di pasar spot, mengutip laporan Refinitiv.

Pada perdagangan Senin (12/8/19), poundsterling menyentuh level US$ 1,2105. Level tersebut yang merupakan terlemah sejak Januari 2017. Pada saat itu level terparah poundsterling berada di level US$ 1,1979.

GRATIS BIMBINGAN DIDIMAX

Pada 7 Oktober 2016 ketika poundsterling mengalami flash crash secara tiba-tiba poundsterling ambruk ke level US$ 1,1450, namun tidak lama kemudian kembali pulih serta mengakhiri perdagangan hari itu di level US$ 1,2432, mengutip laporan Refinitiv.

Pada titik terendah saat flash crash tersebut adalah level terparah 31 tahun poundsterling terhadap dolar AS. Saat itu nilai tukar poundsterling tiba-tiba anjlok hampir 10%, dan dengan cepat berbalik kembali. Penyebab flash crash belum diketahui, tetapi media-media internasional melaporkan hal itu sebagai akibat aksi jual besar yang dilakukan sistem komputer.

Jika tidak melihat titik terendah saat flash crash, maka level terparah poundsterling dalam 31 tahun terakhir yaitu US$ 1,2054 berada di bulan Januari 2017. Melihat keadaab saat ini, level tersebut tidak terlalu jauh. Jika berhasil melewatinya, maka poundsterling akan mencatat level terparah 34 tahun terhadap dolar AS.

Poundsterling menguat pada hari ini disebabkan tekanan yang dialami oleh dolar Amerika Serikat yaitu inversi yield obligasi (Treasury) tenor 2 tahun dengan 10 tahun. Inversi memptlihatkan jika risiko dalam jangka pendek lebih tinggi dibandingkan jangka panjang. Oleh karena itu, inversi selalu dihubungkan dengan pertanda akan ada resesi di AS.

Sementara itu, data dari Inggris juga cukup bagus. Office for National Statistic memperlihatkan penjualan ritel bulan Juli tumbuh 0,2% month-on-month (MoM), melanjutkan pertumbuhan 0,9% bulan sebelumnya. Rilis laporan untuk bulan Juli tersebut lebih baik dari perkiraan penurunan 0,3% di Forex Factory.

Dua faktor tersebut, dan melihat posisi poundsterling di dekat level terlemah 34 tahun mengakibatkan aksi ambil untung (profit taking) yang membuat Mata Uang Inggris ini mampu menguat melawan dolar AS.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 39 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *