Rupiah Gagah ke Rp14.540 per Dolar AS Bersama Mata Uang Asia

Dolar Amerika Diperdagangkan Bervariasi

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.540 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (1/9) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,87 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp14.562 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,19 persen, dolar Taiwan menguat 0,22 persen, won Korea Selatan menguat 0,25 persen, dan yuan China menguat 0,22 persen.

Selanjutnya, ringgit Malaysia menguat 0,24 persen, baht Thailand menguat 0,13 persen dan dolar Singapura menguat 0,18 persen.

Pelemahan hanya terjadi pada peso Filipina sebesar 0,12 persen dan rupee India sebesar 0,30 persen

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak variatif terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,16 persen dan dolar Australia melemah 0,27 persen. Sebaliknya, dolar Kanada menguat 0,19 persen  dan franc Swiss melemah 0,17 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi nilai tukar rupiah  masih mencoba menguat berbarengan dengan penguatan nilai tukar regional terhadap dolar AS.

Kemungkinan, menurutnya, hal ini terjadi karena pasar masih menanggapi positif kebijakan pelonggaran moneter bank sentral AS yang lebih lama dan mungkin lebih agresif.

“Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil gubernur Bank Sentral AS, Richard Clarida, semalam dalam suatu acara virtual yang diselenggarakan Oleh the Peterson Institute for International Economics,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Kebijakan pelonggaran moneter AS yang agresif juga bisa menekan dolar AS sekaligus memberikan sentimen positif ke aset berisiko. Meski demikian di sisi lain potensi resesi dan penularan covid-19 yang terus meningkat bisa menahan penguatan tersebut.

“Hari ini saya prediksi potensi penguatan rupiah di kisaran Rp14.450 sampai Rp14.650 per dolar AS,” tandasnya.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *