Strategi Baru The Fed Membuat Dolar AS Melemah

Strategi Baru The Fed Membuat Dolar AS Melemah

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan ini terjadi karena pelaku pasar terus mencerna perubahan kebijakan Federal Reserve terkait pencapaian inflasi.

Mengutip Xinhua, pada hari Selasa, 1 September 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sekitar 0,23 persen pada 92.1605. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1935 dari USD1,1890 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3376 dari USD1,3341 pada sesi sebelumnya.


Dolar Australia naik menjadi USD0,7387 dibandingkan dengan USD0,7356. Dolar AS dibeli 105,87 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 105,41 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9032 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9050 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3027 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3094 dolar Kanada.

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat Jerome Powell mengumumkan bahwa bank sentral akan berusaha mencapai inflasi rata-rata dua persen dari waktu ke waktu, strategi baru tersebut bertujuan untuk melaksanakan kebijakan moneter guna membantu memerangi pandemi covid-19 dan meningkatkan pemulihan ekonomi.

Penargetan inflasi rata-rata yang fleksibel secara luas diartikan sebagai suku bunga rendah yang berkelanjutan, yang dapat diharapkan setidaknya untuk beberapa tahun bisa dipertahankan. “Bahkan jika bank sentral Amerika Serikat cenderung senang dengan interpretasi langkah-langkah mereka, itu bukan kabar baik bagi dolar,” ujar Analis Commerzbank Ulrich Leuchtmann.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada akhir perdagangan hari Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena Wall Street menutup periode bulan Agustus terbaiknya dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun, meski tengah terjadi pandemi covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun sekitar 223,82 poin atau 0,78 persen menjadi 28.430,05. Kemudian S&P 500 turun sekitar 7,70 poin atau 0,22 persen menjadi 3.500,31. Sedangan indeks Komposit Nasdaq naik sekitar 79,82 poin atau 0,68 persen menjadi 11.775,46.

Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup melemah, dengan sektor energi turun 2,2 persen, memimpin penurunan. Kemudian sektor teknologi naik sebanyak 0,36, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *