Dolar AS Melemah Jelang Pidato Ketua Federal Reserve AS

Dolar AS Melemah Jelang Pidato Ketua Federal Reserve AS

Kekuatan mata uang Dolar AS tampaknya sedikit terusik. Mata uang negara adidaya tersebut melemah pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Selasa (Rabu pagi WIB).

Hal itu terjadi karena sentimen pasar berubah hati-hati, sehari menjelang pidato Ketua Federal Reserve (bank sentral AS), Jerome Powell, tentang masalah ekonomi. Saat ini para investor sedang mempertimbangkan kemungkinan suku bunga negatif Amerika Serikat.

Dolar AS tidak selalu didorong oleh faktor safe-haven (aset investasi dengan risiko rendah) ujar para analis. Hal ini mengingat saham-saham AS turun dan harga surat utang pemerintah lebih tinggi pada Selasa (12/5).

EDUKASI TRADING FOREX DAN KOMODITI DI DIDIMAX

“Dolar AS masih diperdagangkan dalam kisaran luas dan pelemahannya hari ini. Itu mungkin karena kehati-hatian menjelang pidato Jerome Powell besok dan terutama mengingat pembicaraan saat ini tentang suku bunga negatif,” ujar Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Meskipun Jerome Powell dan para pejabat The Fed sama sekali mengesampingkan pemotongan suku bunga di bawah nol, namun beberapa pelaku pasar sudah mulai memperhitungkan pemotongan seperti itu. Fed Funds berjangka pada Selasa (12/5) dihargai dengan suku bunga negatif sekitar setengah basis poin untuk bulan April 2021.

Pasar opsi suku bunga menyiratkan probabilitas sebesar 23 persen bahwa tingkat suku bunga dana federal (fed fund) akan turun di bawah nol pada akhir Desember. Data BofA Securities menunjukkan hal tersebut. Itu dibandingkan dengan probabilitas sembilan hingga 10 persen minggu lalu.

Dalam perdagangan sore kemarin, indeks Dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melemah sekitar 0,3 persen menjadi 99,959. Dolar sedikit lebih rendah setelah data menunjukkan bahwa indeks harga konsumen AS turun sekitar 0,8 persen pada bulan April, penurunan terbesar sejak bulan Desember 2008 ketika ekonomi berada dalam pergolakan resesi dan menandai penurunan bulanan kedua berturut-turut dalam IHK.

Secara keseluruhan, para analis mengatakan bahwa pengambilan risiko telah dibatasi oleh kekhawatiran yang terus-menerus tentang krisis kesehatan global. Kasus-kasus baru infeksi virus corona telah ditemukan di Cina, Korea Selatan, dan Jerman, saat pemerintah masing-masing telah mengurangi lockdown. Kembali munculnya kasus-kasus virus corona dapat merusak pemulihan ekonomi global yang didukung suntikan stimulus moneter dan fiskal.

Euro terakhir kali menguat sekitar 0,4 persen terhadap mata uang AS pada kisaran level harga 1,0848 dolar, meskipun tidak jauh dari level terendah 1,0636 dolar yang tersentuh pada akhir bulan Maret lalu ketika pandemi membuat pasar dalam keadaaan kacau. Dolar AS melemah sekitar 0,5 persen terhadap yen menjadi 107,19 yen.

Dolar Australia turun ke level terendah lima hari di kisaran level harga 0,6432 Dolar setelah Cina melarang beberapa impor daging Australia. Unit Australia kemudian memangkas kerugian karena menteri perdagangan Australia mengecilkan masalah ini sebagai masalah teknis, dan terakhir turun sekitar 0,2 persen menjadi 0,6477 dolar.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *