Dolar AS Masih Stabil Jelang Rilis Data Sektor Jasa AS

Gerak Mata Uang Dolar AS Masih Stabil

Gerak mata uang dolar AS bertahan stabil terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya, pada awal pekan ini karena investor menunggu data yang diperkirakan menunjukkan sektor jasa AS akan membaik sekaligus menyoroti pemulihan ekonomi dari pandemi covid-19.


Euro masih belum naik sebelum data ekonomi dari Jerman dan zona euro yang juga diperkirakan akan menunjukkan rebound tajam dalam aktivitas perusahaan dan penjualan ritel, yang akan meredakan kekhawatiran tentang prospek ekonomi.

Meningkatnya kasus infeksi virus corona baru di Amerika Serikat telah membuat beberapa investor enggan mengambil risiko berlebihan. Meskipun sebagian besar pelaku pasar tetap fokus pada kemungkinan yang berkembang bahwa ekonomi utama itu akan terus pulih.

“Ketika datang ke dolar/yen, harapan pemulihan mendukung dolar, tetapi kekhawatiran tentang virus membatasi sisi positifnya,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities dikutip dari Antara, Senin 6 Juli 2020.

EDUKASI TRADING FOREX DAN KOMODITI DI DIDIMAX

“Pasar fokus pada pasangan mata uang lainnya, seperti dolar Australia, yang masih dalam tren naik yang jelas terhadap dolar AS karena kenaikan harga tembaga.” tambah dia.

Dia menjelaskan bahwa mata uang Dolar AS bertahan stabil di kisaran level harga 107,56 yen pada perdagangan pasar valuta asing hari Senin pagi di Asia setelah kenaikan sektiar 0,3 persen minggu lalu. Aktivitas pasar tenang setelah liburan akhir pekan panjang 4 Juli di Amerika Serikat.

Mata uang Euro sebesar USD1,1247. Terhadap pound sterling mata uang dolar AS berada pada level USD1,2474. Terhadap franc Swiss, dolar dikutip pada USD0,9455.

Indeks untuk aktivitas non-manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) yang dijadwalkan pada Senin diperkirakan akan naik menjadi 50,0 pada Juni dari 45,4 pada bulan sebelumnya, mengindikasikan aktivitas berhenti menyusut.

Mata uang greenback telah terkunci karena kekhawatiran tentang kebangkitan infeksi virus corona AS mengimbangi meningkatnya optimisme tentang ekonomi.

https://www.youtube.com/watch?v=jYEG5fnAvW0

Euro akan menjadi fokus di hari perdagangan nanti ketika Jerman, ekonomi terbesar zona euro, dijadwalkan akan merilis data industri untuk periode bulan Mei.

Penjualan ritel untuk semua zona euro juga akan dirilis pada hari Senin nanti. Kedua indikator diperkirakan akan pulih dengan kuat dari penurunan besar yang disebabkan oleh penyebaran virus corona.

Di tempat lain dalam mata uang, dolar Australia diperdagangkan pada kisaran level harga USD 0,6944 pada Senin pagi di Asia setelah kenaikan 1,2 persen pada minggu lalu.

Dolar Australia adalah fokus pasar lain menjelang pertemuan kebijakan bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), pada hari Selasa (7/7/2020). Analis memperkirakan suku bunga akan tetap di 0,25 persen di tengah tanda-tanda bahwa penurunan ekonomi Australia tidak akan separah yang ditakuti pertama kali.

Kenaikan harga tembaga dan komoditas lainnya baru-baru ini yang diekspor Australia, dikombinasikan dengan nada yang lebih positif untuk RBA, kemungkinan akan mendukung Dolar Australia, kata para analis. Di seberang Laut Tasman, mata uang dolar Selandia Baru berada pada kisaran level harga USD 0,6535.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *