Dolar AS Turun Tipis Ditengah Ketegangan AS-Cina

Dolar AS Turun Tipis Ditengah Ketegangan AS-Cina, Yuan Kembali Melemah.

Dolar Amerika Serikat turun tipis pada Kamis (23/07) pagi dan menguat terhadap yuan di tengah ketegangan Cina-AS mendorong kewaspadaan di pasar mata uang.

US Dollar Index turun tipis 0,02% ke 94,912 pukul 10.26 WIB. EUR/USD naik 0,04% di 1,1573 dan GBP/USD turun 0,01% di 1,2731 menurut data Investing.com.

Hingga pukul 10.28 WIB, rupiah naik 0,26% di 14.612,5 per dolar AS.

Adapun USD/JPY stabil di 107,15 dan USD/CNY naik 0,13% ke 7,0082 sampai pukul 10.30 WIB.

Mengutip Reuters Kamis (23/07) pagi, Amerika Serikat memberi Cina waktu sampai hari Jumat untuk menutup konsulatnya di Houston dengan alasan tudingan melakukan aksi mata-mata dan Presiden AS Donald Trump mengatakan “selalu ada kemungkinan” misi Cina lainnya dapat ditutup juga.

Cina telah berjanji untuk menanggapi tindakan AS itu dan meningkatnya ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia ini turut pula memperlemah mata uang yuan.

Hubungan AS dan Cina terus memburuk tahun ini karena berbagai masalah mulai dari covid-19 dan produsen peralatan telekomunikasi Huawei, hingga klaim teritorial Cina di Laut Cina Selatan dan tindakan keras terhadap Hong Kong.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan konsulat Cina di Houston akan ditutup “untuk melindungi kekayaan intelektual Amerika dan informasi pribadi Amerika.”

Media pemerintah Cina mengatakan pada hari Kamis bahwa langkah itu merupakan taktik politik menjelang pemilihan presiden AS November mendatang. Dan sumber mengatakan bahwa Cina tengah mempertimbangkan untuk menutup konsulat AS di Wuhan sebagai tanggapan atas tindakan AS itu.

Sementara itu, ekonomi Korea Selatan memasuki jurang resesi dan mencatatkan penurunan ekspor terburuk sejak tahun 1963.

Mata uang yuan jatuh melampaui level 7 yuan per dolar AS untuk pertama kalinya sejak 2008 di tengah spekulasi bahwa pemerintah tidak menahan depresiasi lebih lanjut untuk melawan ancaman tarif terbaru Presiden Donald Trump.

Nilai tukar yuan anjlok 1,2 persen menjadi 7,0256 yuan per dolar AS pada pukul 09:19 WIB setelah Bank Sentral China, People’s Bank of China (PBoC) menetapkan nilai referensi harian lebih rendah dari 6,9 untuk pertama kalinya sejak Desember.

Yuan Offshore sempat merosot hingga 1,9 persen ke rekor terendahnya, sementara Shanghai Composite Index turun 0,3 persen. Yuan China melemah melewati 7 yuan per dolar AS untuk pertama kalinya sejak 2008.

Pekan lalu, yuan juga melemah 0,9 persen, pelemahan terbesar sejak pertengahan Mei, setelah Presiden Donald Trump tiba-tiba meningkatkan tensi perang perdagangan dengan ancaman tarif baru pada barang-barang impor China.

Beijing berjanji untuk merespons jika AS meneruskan rencana tersebut, yang akan mengenakan tarif 10 persen pada barang impor China senilai US$300 miliar.

“Tampaknya ancaman tariff menunjukkan kembalinya gerakan tit-for-tat dan penangguhan pembicaraan perdagangan, dan PBOC melihat tidak perlu menjaga yuan pada level stabil dalam waktu dekat,” kata Ken Cheung, analis valas senior di Mizuho Bank Ltd, seperti dikutip Bloomberg.

Pelemahan yuan memperburuk pelemahan di pasar keuangan Asia. MSCI Asia Pacific Index turun 1,6 persen, sedangkan MSCI Hong Kong Index turun untuk hari kesembilan berturut-turut karena demonstran menggelar aksi mogok masal.

“Saat ini level yuan baik onshore maupun offshore melampaui 7, ini mungkin dianggap sebagai bagian dari respons terhadap tarif impor baru,” kata Christy Tan, kepala analis pasar di National Australia Bank Ltd.

“Pihak berwenang hanya dapat melangkah untuk mengelola jika mendapat gangguan, seperti lonjakan volatilitas yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *