
Halo teman-teman trader, berikut ini ada berita tentang Pair EURUSD Stabil Ditengah Penundaan Tarif Impor Donal Trump yang bisa menjadi referensi anda untuk menganalisa pergerakan harga di pasar forex.
Mata uang Amerika Serikat tetap lemah dengan Wall Street yang melanjutkan penurunannya, meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengungkapkan bahwa dia kemungkinan akan menunda atau menghentikan tarif impor terbaru yang diumumkan atas Cina. Sementara data Nonfarm Payroll hanya menambahkan sedikit berita terhadap apa yang sudah diketahui oleh pasar.
Suatu minggu yang sibuk telah menjadi semakin sibuk dan para trader dapat menunjukkan jarinya kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk itu. Gedung Putih telah mengguncang pasar dengan mengumumkan penambahan 10% tarif impor atas sekitar $300 miliar dari barang-barang Cina, satu-satunya sisa yang sejauh ini telah dibiarkan tanpa kena pajak.
Keputusan yang mengejutkan ini telah memicu aksi jual di pasar saham dan membuat imbal hasil obligasi Amerika Serikat turun dengan demikian membebani “greenback” atas sejumlah mata uang lainnya. Pasangan mata uang EURUSD muncul di kisaran level terendah 2019 sebelumnya yakni di 1.1101.
Gambaran ini bisa berubah jika pasar saham memperpanjang penurunannya. Dolar Amerika Serikat (USD) adalah mata uang “safe-haven” yang bisa menarik permintaan. Sedangkan Yen Jepang adalah mata uang yang dicari pada waktu kesulitan atau saat mengalami keuntungan. Jadi kemungkinan “Greenback” berikutnya mengakibatkan tekanan terhadap pasangan mata uang EURUSD.
Menurut laporan, Donald Trump dan penasehat kabinet seniornya telah mengambil keputusan pasca delegasi perdagangan Amerika Serikat kembali dari pembicaraan tatap muka yang pertama dengan mitra Cinanya di Beijing. Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa negosiasi tidak bergerak dengan cukup cepat dan mengatakan bahwa Presiden Cina Xi Jinping telah melanggar janjinya untuk membeli barang-barang agrikultur Amerika Serikat.
Namun sebagian trader melihat waktu dari keputusan satu hari setelah The Fed memberikan signal kemungkinan tidak akan ada pemotongan suku bunga lebih lanjut itu jauh dari kebetulan. Gubernur The Fed, Jerome Powell telah menggunakan perkataan perdagangan sebanyak 26 kali di dalam konferensi pers setelah keputusannya tersebut.
Namun ketegangan mengenai perdagangan global dan inflasi yang rendah adalah alasan dari pergerakan, sementara angka ekonomi domestik yang baik telah membatasi ruang lingkup untuk tindakan selanjutnya.
Kecurigaannya adalah bahwa Donald Trump akan memaksa The Fed untuk melakukan lebih banyak pemotongan suku bunga. Setelah pengumuman pajak, pasar obligasi sekarang merefleksikan hampir pasti kemungkinan untuk pemotongan suku bunga di dalam pertemuan The Fed pada pertengahan bulan September mendatang.
didimaxforex.com





