Pivot Point adalah salah satu cara yang banyak digunakan oleh trader untuk menentukan Support dan Resistance pada pergerakan harga. Pivot Point dibuat berdasarkan harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan (Close) pada periode sebelumnya, untuk menghasilkan estimasi level Support dan Resistance pergerakan harga di masa depan. Sebagaimana diketahui, trading forex memerlukan level-level referensi, yaitu Support dan Resistance yang digunakan untuk menentukan kapan kita mesti entry, serta dimana kita harus menentukan level Stop Loss dan target (Take Profit).
Jika Anda perhatikan, level-level Support dan Resistance sangat penting untuk menentukan besarnya resiko dalam trading. Tanpa perhitungan resiko yang benar, besar kemungkinannya Anda akan terkena Margin Call. Sebaliknya, dengan menentukan resiko yang sesuai pada setiap trade, maka dalam jangka panjang hasil trading Anda akan cenderung profitable. Salah satu alat yang secara nyata membantu dalam menentukan level-level referensi Support dan Resistance yang potensial adalah Pivot Point. Nah, artikel ini menelaah akurasi Pivot serta mencontohkan kombinasi antara Pivot Point dan indikator teknikal yang akan lebih powerful dan lebih efektif dalam trading forex, dibandingkan jika Anda hanya trading menggunakan indikator teknikal saja.
Kebanyakan menggunakan variasi dari harga-harga signifikan seperti harga high, low, open dan close yang telah ada dan kemudian menerapkan sebuah perhitungan untuk dapat menentukan poin-poin tersebut. Semuanya mengkalkulasikan level-level support dan resisten disekitar poin pivotnya. Poin-poin ini dapat digunakan untuk menentukan kapan saatnya untuk memasuki atau keluar dari trade atau untuk menentukan rentang dari pasar. Trader yang konservatif akan mencari konfirmasi tambahan sebelum memasuki trade. Baik digunakan secara individu ataupun dikombinasikan dengan teknik-teknik lainnya, poin pivot adalah sebuah alat yang berguna didalam kotak peralatan trader teknikal.
Waktu Untuk Menentukan Perhitungan Pivot Point Pivot Point bisa dihitung dan ditentukan secara harian berdasarkan harga tertinggi dan terendah hari sebelumnya, atau ditentukan setiap minggu (Pivot Mingguan atau Weekly Pivot) berdasarkan harga tertinggi dan terendah minggu sebelumnya. Dalam kasus tertentu juga bisa ditentukan bulanan. Trader Harian (Day Trader) selalu menentukan Pivot Point secara harian, sedang Swing Trader biasanya menentukan Pivot secara harian dan mingguan.






