Seringkali trader pemula mempunyai ketakutan yang sangat berlebih saat hendak pasang posisi dan takut juga ketinggalan OP (Open Position). Bahkan ada juga trader yang sudah terjun tapi mempunyai ketakutan berlebih. Simak cara-cara berikut ini untuk mengendalikan rasa takut kita.
Fear of Missing Out
Akrab disebut FOMO, menjangkiti bukan hanya trader forex, tapi trader-trader lainnya juga seperti saham, dll. FOMO itu adalah ketakutan ketinggalan moment OP sehingga takut tidak kebagian profit/keuntungan. Jadi, trader yang mempunyai FOMO ini akan cepat-cepat OP tapi disaat yang tidak tepat dan keputusan tersebut dipilih hanya karena takut tidak mendapatkan profit.
Penyebab FOMO adalah karena trader tidak bisa mengendalikan emosinya selama trading. Faktor Fear (ketakutan) dan Greedy (serakah) adalah dua penyebab utama yang dapat mempengaruhi emosi selama bertrading. Jadi, trader seringkali buka tutup posisi berkali-kali dalam satu hari alias overtrading yang bisa menyebabkan kerugian yang banyak. Kondisi kerugian yang banyak tersebut bisa menyebabkan gangguan pada mental trader seperi stress atau bahkan drepesi. Berikut cara-cara untuk mengatasinya:
1. Pahami Ilmu Trading Sebelum Trading
Ada banyak jalan untuk mempelajari ilmu trading, tersedia gratis jika kita mau mencarinya. Seperti sharing dengan mentor, belajar dari menonton youtube, baca-baca dari internet sumber terpercaya contohnya www.didimaxforex.com, baca-baca buku trading dan sharing dengan teman-teman trader lainnya. Semakin banyak yang Anda tahu, semakin tajam pula kemampuan membaca harga di pasar, sehingga kemampuan trading kian terasah menjadi mahir.
Intinya jangan pernah bosan untuk belajar karena ilmu itu tidak berat untuk dibawa.
2. Membuat Trading Plan
Trading plan sangat bagus Anda buat untuk memperoleh profit yang konsisten. Seperti: Risk/reward ratio, strategi OP, level stop loss dan take profit (tujuannya untuk membatasi besarnya Profit maupun loss selama trading sesuai RR), dan buat evaluasi penerapan trading yang telah dibuat agar kita dapat menghindari kesalahan di transaksi sebelumnya.
3. Mentoring dengan Trader Pro
Walaupun bisa belajar trading dengan sendirinya, tapi tidak ada salahnya bahkan lebih baik jika kita belajar semua aspek trading dengan mentor yang profesional dan berpengalaman di bidang ini. Biasanya mentor akan membimbing Anda dalam melakukan trading baik itu dalam strategi, analisa, memberikan sinyal, money management, dan terakit psikologi Anda juga.
Takut Salah Mengambil Tindakan
“Pakai strategi ini gimana kalau loss? Level entry exit-nya sudah cocok belum ya?” “Harga nanti sesuai rencanaku engga ya? Aduh sebaiknya entry sell atau buy nih?”
Banyak ketakutan trading semacam ini adalah hal yang kerap dialami para trader, terutama para pemula. Jika FOMO “memaksa” trader untuk cepat-cepat membuka posisi hanya demi asal cuan, ketakutan trading satu ini justru membuat trader ragu dan enggan masuk pasar karena takut salah mengambil keputusan. Karena terlalu banyaknya pertimbangan, bisa jadi trader justru ketinggalan moment penting yang sebenarnya amat profitable. Tips nya sebagai berikut.
1. Belajar dan Berhenti Menjadi Trader Perfectionis
Menuntut strategi sempurna dan tanpa minus sedikitpun akan membuat Anda susah percaya terhadap strategi yang diterapkan, bahkan pada strategi sendiri. Dalam bisnis semua ada plus minus. Jadi, dalam trading pun kita harus terima bahwa tidak mungkin kita tidak pernah mendapatkan kerugian.
Berhentilah jadi trader perfeksionis. Secanggih apapun sistem trading yang Anda buat, pergerakan harga di pasar forex tak bisa diprediksi sama sekali. Dengan demikian, Anda harus berusaha mengubah mindset yang awalnya perfeksionis jadi realistis. Sadari betul jika peluang maupun risiko pasti ada di pasar, sehingga sistem trading super sempurna tentu tidak ada. Jika Anda tidak bisa menerima kerugian meskipun kecil, Anda akan sering mengalami kerugian dalam jumlah yang lebih besar.







