AUDUSD Kembali Melemah Karena Tingkat Pengangguran Australia Melonjak

 AUDUSD Kembali Melemah Karena Tingkat Pengangguran Australia Meningkat

Pada hari Kamis, 13 Juni 2019 saat awal perdagangan pasar valuta asing sesi Eropa, pasangan mata uang AUDUSD melemah sekitar 0.3 persen ke kisaran level 0.6908. Kondisi ini terjadi setelah rilis data tenaga kerja Australia untuk bulan Mei 2019 yang mengecewakan. Pasalnya, laporan tersebut meningkatkan prediksi pasar mengenai prospek pemotongan suku bunga bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) dalam waktu dekat.

Pada rapat terakhirnya, RBA memberikan impresi bahwa ekspektasi tingkat pengangguran akan terus menurun dan kemudian bisa mendongkrak inflasi, sehingga pemotongan suku bunga belum dibutuhkan. Namun, data kali ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran justru meningkat, bertolak belakang dengan keyakinan RBA.

Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa pekerjaan bertambah sebanyak 42.3k pada bulan Mei, lebih tinggi dibandingkan pencapaian sebanyak 28.4k pada periode sebelumnya maupun estimasi yang hanya sebanyak 16.0k.

Akan tetapi, tingkat partisipasi angkatan kerja ternyata melambung yang awalnya dari 65.8 persen menjadi 66.0 persen, sehingga tingkat pengangguran pun tetap meningkat. Tingkat pengangguran tercatat mengalami peningkatan dari 5.1 persen menjadi 5.2 persen, padahal sebelumnya diperkirakan akan stagnan.

Laporan ini menambah jajaran data ekonomi mengecewakan dari Australia, setelah indeks sentimen konsumen yang dirilis kemarin juga meleset dari perkiraan. Analis juga bahkan memprediksi jika perlambatan dalam aspek ekonomi tertentu bisa terus berlanjut.

“Belanja barang tahan lama telah bergerak dalam tren sideways sejak akhir tahun 2018. Hal ini kemungkinan menggambarkan pelemahan pasar perumahan sepanjang tahun lalu. Dengan masih lemahnya pasar properti hingga saat ini, kami hanya memperkirakan jika pertumbuhan moderat saja di sektor ritel selama beberapa bulan ke depan,” ujar Satish Rancchod, seorang ekonom di Westpac, mengenai data sentimen konsumen.

Disisi lain, faktor eksternal juga masih terus menekan Dolar Australia (AUD), khususnya terkait memanasnya konflik dagang antara Amerika Serikat dengan China yang memicu penurunan harga-harga komoditi ekspor utamanya.

Pada hari Rabu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia tak berkeinginan untuk membuat kesepakatan dagang dengan Beijing jika mereka enggan memberikan konsesi dalam lima hal penting, tanpa menjelaskan apa saja lima hal tersebut. Komentar itu semakin mengikis kemungkinan akan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China dalam pertemuan G20 pada tanggal 28-29 Juni mendatang.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *