Boris Johnson Pastikan Inggris Keluar UE Tepat Waktu

Boris Johnson Pastikan Inggris Keluar UE Tepat Waktu

Berikut berita mengenai forex dan komoditas hari ini – PM Boris Johnson akan tetap pada rencana untuk membuat negaranya meninggalkan UE pada Oktober dengan mencoba membuat kesepakatan untuk menunda lebih lanjut dalam rencana Brexit.

Dalam undang-undang yang diharapkan berlaku pada Senin (9/9), Johnson harus meminta penundaan Brexit, jika Parlemen Inggris kembali gagal untuk menyetujui kesepakatan sampai 19 Oktober nanti. Dan Johnson berjanji akan membawa Inggris keluar dari UE pada 31 Oktober, walaupun tanpa adanya kesepakatan.

Berdasarkan Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, Johnson akan tetap patuh referendum Brexit yang pertama kali disahkan pada 2016. Dia menyatakan jika Johnson akan terus maju, yang diharapkan dari warga Inggris yang mayoritas memilih untuk keluar dari UE.

Melansir The New York Post, Senin (9/9), Rabb mengatakan “Saya juga berpikir untuk sejumlah masalah utama, tapi orang-orang harus mengerti dan para pemilih  mengerti bahwa kami harus tetap mengikuti rencana itu.”

Raab juga mengatakan jika RUU yang disepakati oleh parlemen pada minggu lalu, serta akan secara sah berlaku dengan penandatanganan oleh Ratu Elizabeth II pada Senin (9/9) hari ini yaitu bagian yang paling buruk sejauh ini. Tapi, ia mengaku akan waspada atas implikasi, serta interpretasi dalam hal itu.

Johnson juga sudah melihat sejumlah anggota parlemen yang mengundurkan diri, termasuk saudara laki-lakinya, Jo Johnson. Dalam sebuah pengumuman, Jo mengatakan ia terpecah dalam mengenai keluarga dan kepentingan nasional Inggris.

Pada Sabtu (7/9) lalu, Amber Rudd mengundurkan diri yang merupakananggota parlemen yang juga menjabat sebagai menteri negara di bidang pekerjaan dan pensiun. Ia mengangap bahwa Johson sudah melakukan apa yang disebutnya sebagai serangan atas etika dan demokrasi.

Johnson berada dalam tekanan dari politisi di seluruh spektrum politik Inggris untuk mencegah Brexit berakhir tanpa kesepakatan. Dan juga, pemimpin lawan negara itu, Jeremy Corbyn bersumpah untuk menjatuhkan Johnson pada awal September lalu untuk menunda Brexit.

Para penentang Brexit mengatakan jika keputusan Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan akan membawa bencana bagi negara yang dulunya merupakan negara demokrasi paling stabil di Barat. Dengan keputusan tersebut, mereka menilai hal itu akan merusak pertumbuhan global, mengirimkan serangan kejutan bagi pasar keuangan dan melemahkan London yang selama ini dianggap sebagai pusat keuangan terbaik di dunia.

Sebelumnya dilaporkan jika ekonomi Inggris udah melambat sejak keputusan Inggris melakukan voting  pada Juni 2016 untuk meninggalkan UE. Tingkat pertumbuhan tahunan turun dari lebih dari 2 persen, sebelum referendum meningkat sebesar 1,4 persen tahun lalu.

Para pendukung Brexit mengatakan mungkin akan ada masalah atau gangguan jangka pendek dengan keluarnya Inggris dari UE tanpa kesepakatan. Dengan keputusan keluar dari blok tersebut, Inggris nantinya dapat lebih berkembang jika terbebas dari UE yang mereka sebut sebagai ‘percobaan terkutuk’ dalam integrasi dan menyebabkan Eropa jatuh di belakang China dan Amerika Serikat (AS).

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *