Kunci Dari Manajemen Resiko Adalah Diri Sendiri

 

Manajemen risiko adalah bagian terpenting dalam proses untuk menjadi trader yang berhasil. Terutama bagi para trader pemula, mereka harus dapat segera menyesuaikan diri dengan manajemen risiko ini agar karir di forex dapat bertahan lama.

Manajemen risiko dibuat agar transaksi Anda dapat lancar dan tidak terjatuh dalam kubangan kesalahan. Lebih baik bertransaksilah dalam jumlah kecil terlebih dahulu sehingga kerugian yang akan timbul dapat terminimalisir. Dengan begitu, Anda akan bisa memusatkan fokus pada analisa trading dengan lebih baik. Sebaliknya, menggunakan transaksi dan margin yang besar cenderung membuat Anda tidak fokus karena terlalu khawatir loss.

Memahami aspek manajemen risiko membutuhkan waktu. Artikel ini akan membongkar fakta tentang manajemen risiko. Apa yang membuat trader mampu membuat profit berkembang? Jawaban yang pasti adalah karena mereka telah dapat mempelajari dirinya sendiri.

Bagaimana cara menghitung manajemen risiko? Pertama, mari sepakati terlebih dahulu besaran modal yang dipakai untuk memperhitungkan manajemen risikonya. Misalnya seorang trader memiliki rekening trading sebesar $1,000,000 dan $10,000. Jumlah rekening tersebut sudah berbeda bukan? Nah, manajemen risikonya adalah dengan memanfaatkan kekuatan nilai persen dari modal untuk menghindari kerugian. Besaran nilai persen yang difungsikan tidak lebih dari 5%. Ada pula yang sering menggunakan 2%, 3% ataupun 4% dalam sekali transaksi.

Kunci Dari Manajemen Resiko Adalah Diri

Trader tidak diperkenankan untuk melampaui besaran nilai persen yang telah disepakati. Jika sedang melakukan trading dengan modal 1 juta dollar maka kerugian yang bisa dibatasi adalah sebesar $20.000. Hal ini tidak boleh diabaikan oleh trader manapun jika ingin akun mereka aman. Sebaliknya, jika ingin mengambil keuntungan lebih dengan alasan ingin cepat take profit besar dan mengambil margin serta volume yang tinggi, secara otomatis trading tersebut juga memiliki risiko yang sangat besar. Hampir dipastikan bahwa siapapun yang melakukan open terlalu besar, dipastikan tidak akan bisa bertahan dalam jangka panjang.

Jadi 90% trader akan mengalami kegagalan di saat mereka menggunakan volume yang tidak realistis. Kunci dari manajemen risiko sebenarnya adalah diri Anda sendiri. Jika tidak pernah mau berubah dan belajar dari kesalahan, maka proses manajemen risiko tidak akan pernah terjadi. Contohlah trader-trader profesional yang sudah mampu mengukur ukuran trading berdasarkan kemampuan mereka.

NZD/USD Turun Di Dekat 0,6550 Setelah Penurunan Satu Hari Terbesar Sejak 7 Agustus

Dolar Selandia Baru: Apa yang Perlu Diketahui Setiap Pedagang? -

Penjual NZD/USD mundur, setelah mendorong pasangan lebih rendah sebesar 1,28% pada hari Rabu. Itu merupakan penurunan harian terbesar sejak 7 Agustus dan penurunan ketiga berturut-turut.

Penurunan baru-baru ini dari 0,68 ke 0,6536 (terendah semalam) dapat dikaitkan dengan permintaan dolar AS yang berbasis luas. Greenback meningkatkan tawaran beli awal pekan ini, mengikuti penghindaran risiko di pasar saham global dan karena komentar yang relatif kurang dovish oleh pembuat kebijakan Federal Reserve.

Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu; Namun, keputusan status quo gagal menempatkan terendah di bawah Kiwi. Demikian pula, data optimis Selandia Baru yang dirilis Kamis pagi sejauh ini gagal mengesankan pembeli Kiwi.

Menurut Statistik Selandia Baru, impor Selandia Baru turun lebih dari $1 miliar pada Agustus 2020, yang menyebabkan surplus perdagangan tahunan terbesar sejak 2014. Sementara impor turun 16% secara tahunan, ekspor meningkat 8,6%.

Pada saat berita ini ditulis, pasangan ini diperdagangkan dekat 0,550, mewakili kenaikan 0,11% pada hari ini.

Grafik harian menunjukkan pola pembalikan bearish double top. Dengan demikian, bias akan tetap bearish sementara pasangan bertahan di bawah level neckline double top di 0,6601 (terendah 9 September).

Indeks dolar telah menembus lebih tinggi dari kisaran dua bulan di 92,00 hingga 94,00. Oleh karena itu, reli pemulihan berbasis luas dolar AS tampaknya akan berlanjut.

LEVEL TEKNIS NZD/USD

TINJAUAN
Harga terakhir hari ini 0.6553
Perubahan harian hari ini -23 pip
Perubahan harian hari ini % -0.35%
Pembukaan harian hari ini 0.6576
TREN
SMA 20 Harian 0.6696
SMA 50 Harian 0.664
SMA 100 Harian 0.6495
SMA 200 Harian 0.6394
LEVEL
Tinggi Harian Sebelumnya 0.6648
Rendah Harian Sebelumnya 0.6535
Tinggi Mingguan Sebelumnya 0.6799
Rendah Mingguan Sebelumnya 0.6661
Tinggi Bulanan Sebelumnya 0.6764
Rendah Bulanan Sebelumnya 0.6488
Fibonacci Harian 38,2% 0.6578
Fibonacci Harian 61,8% 0.6605
Pivot Point Harian S1 0.6524
Pivot Point Harian S2 0.6473
Pivot Point Harian S3 0.6412
Pivot Point Harian R1 0.6637
Pivot Point Harian R2 0.6699
Pivot Point Harian R3 0.675

 

 

Analisis Harga NZD/USD (Pembaruan): Target Tercapai Ke Garis Tren Support Jelang RBNZ

NZD/USD menuju area support kritis menjelang RBNZ. Penjual mungkin ingin menunggu hasilnya sebelum melakukan penurunan pada titik ini:

Sesuai artikel sebelumnya, harga memang telah bergerak ke target karena greenback menangkap tawaran beli di sesi Asia.

Entri tersebut ditandai pada struktur 15 menit sebagai berikut:

Target tercapai

Penjual akan mendapatkan rasio risk to reward 1: 3 dalam hasil di atas atau mungkin menunggangi impuls lebih jauh untuk reward (keuntungan) yang lebih tinggi.

Namun, pada saat ini, diperkirakan akan melihat koreksi kembali untuk menguji struktur potensial pada grafik harian sebagai berikut:

Reserve Bank of New Zealand akan tampi sebentar lagi, jadi disarankan untuk menunggu dan melihat apa hasil dari pertemuan itu sebelum berkomitmen pada arah mata uang saat ini.

Bursa Saham Asia Melemah Ikuti Wall Street

 

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona

Bursa saham di kawasan Asia tergelincir pada pembukaan perdagangan Selasa pagi ini. Pelemahan ini mengikuti penurunan yang terjadi pada Wal Street.Megutip CNBC, Selasa (22/9/2020), Kospi Korea Selatan turun 0,26 persen di awal perdagangan. Untuk S&P/ASX 200 Australia juga melemah 0,43 persen.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,11 persen lebih rendah.Pasar saham di Jepang tutup pada hari Selasa untuk hari libur.

Sementara, perusahaan logistik ZTO Express akan menetapkan harga listing di Hong Kong pada Selasa ini. Ini menjadi perusahaan China terbaru yang terdaftar di AS yang ingin memulai debutnya di kota itu.

Pelemahan bursa saham di Asia ini mengikuti pelemahan Wall Street. Di AS, bursa saham terkapar karena kekhawatiran memburuknya pandemi Covid-19 serta ketidakpastian akan pengucuran stimulus AS.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 509,72 poin atau 1,8 persen dan ditutup di 27.147,70. Untuk S&P 500 kehilangan 1,2 persen sehingga melemah ke 3.281,06. Sedangkan Nasdaq Composite ditutup melemah 0,1 persen menjadi 10.778,80.

Pelemahan Wall Street

Penurunan Wall Street pada Senin ini menorehkan dua tanda. Pertama adalah pertama kalinya sejak Februari S&P 500 membukukan kerugian selama empat hari berturut-turut. Kedua Dow Jones mengalami hari terburuk sejak 8 September ketika turun 2,3 persen.

Pelemahan pada hari ini menambah kesuraman yang terjadi sepanjang September. S&P 500 turun lebih dari 6 persen selama bulan ini dan Dow telah kehilangan 4,5 persen. Nasdaq Composite telah jatuh 8,5 persen untuk periode yang sama.

Kekhawatiran atas kenaikan kasus virus Covid-9 menjadi pendorong pelemahan Wall Street. Inggris dilaporkan mempertimbangkan lockdown untuk menghentikan peningkatan infeksi.

Ilmuwan terkemuka Inggris mengatakan bahwa, tanpa tindakan lebih lanjut, tingkat infeksi virus yang berasal dari China di Inggris bisa menyentuh 50 ribu per hari.