
Mata uang Dolar Amerika Serikat tersungkur pada hari Jumat saat pasar valuta asing berada di kawasan sesi Asia meskipun data tenaga kerja dan inflasi yang lebih baik dari prediksi yang dirilis semalam.
Indeks dolar Amerika Serikat yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya – turun sebesar 0,2% menjadi 96,597.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Kamis bahwa indeks harga produsen inti (PPI) untuk permintaan akhir meningkat sebesar 0,3% bulan lalu, di atas predikasi para ekonom pada kenaikan sebesar 0,2%. Dalam 12 bulan hingga bulan Maret, PPI inti naik sebesar 2,4%.
Ia juga melaporkan bahwa klaim pengangguran turun 8.000 menjadi 196.000 yang disesuaikan secara musiman di minggu terakhir tanggal 7 April, walaupun membuat kebingungan.
” Sebagian besar pelaku pasar telah mengambil pandangan bearish ( downtrend) pada dolar setelah angka Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat dirilis awal minggu ini, tetapi mereka tiba-tiba terpaksa menutup posisi penjualan karena data yang keluar pada hari Kamis terbukti kuat,” kata Takuya Kanda selaku general manager di Gaitame. Com Research Institute, dalam laporan Reuters.
“Kenaikan demikian tidaklah memiliki keyakinan dan masih harus diperhatikan apakah dolar dapat mempertahankan reboundnya. Peluang penurunan suku bunga oleh The Fed mungkin telah berkurang sehubungan dengan data, akan tetapi pandangan ekonomi belum cukup kuat untuk mendukung kenaikan suku bunga.” ujar Takuya Kanda.
Risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve (The Fed) yang dirilis pada hari Rabu, mengungkapkan berbagai pejabat Fed berpikir bahwa tingkat yang sesuai untuk suku bunga bisa “bergeser ke arah mana pun”.
https://www.youtube.com/watch?v=iYBmlMDumAw&t=9s
Sebelumnya pada awal tahun ini, The Fed mengungkapkan bahwa langkah selanjutnya dalam suku bunga Amerika Serikat mungkin cenderung turun daripada naik.
Sementara itu, pasangan mata uang GBPUSD naik sebesar 0,2% menjadi 1,3072 setelah Uni Eropa (UE) setuju untuk memajukan kembali tanggal keberangkatan Inggris dari Uni Eropa (Brexit) menjadi tanggal 31 Oktober mendatang.
Untuk pasangan mata uang AUDUSD meningkat tipis sebesar 0,1% setelah rilisnya tinjauan stabilitas keuangan terbaru dari Reserve Bank Australia (RBA).
Reserve Bank Australia (RBA) mengutip pasar perumahan sebagai risiko bagi perekonomian Australia sementara menandakan laju pertumbuhan global yang lebih lambat. Prediksi pertumbuhan dikoreksi turun dan ada risiko penurunan yang lebih tajam, ujar Reserve Bank Australia (RBA).
Pasangan mata uang USDCNY tidak berubah tetap pada level 6.7189.
Sedangkan untuk pasangan mata uang USDJPY naik sebesar 0,1% menjadi 111,74.
didimaxforex.com






