Dolar AS Cenderung Stagnan Terhadap

Dolar AS Cenderung Stagnan

Pada akhir perdagangan pasar valuta asing di hari Rabu waktu setempat (Kamis WIB), nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) cenderung stagnan terhadap sekelompok mata uang  mayor lainnya. Hal ini dikarenakan investor dan para pelaku pasar menahan diri untuk tidak membuat langkah besar. Mereka masih menunggu berita definitif dari negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Pada hari Kamis, 9 Mei 2019, Dolar Amerika Serikat (USD) tampak sedikit melemah terhadap sekelompok mata uang mayor lainnya di tengah pembelian mata uang safe-haven yaitu Yen Jepang (JPY) oleh investor dan para pelaku pasar. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang mayor, mengalami penurunan sebesar  0,01 persen menjadi 97,6219 pada akhir perdagangan.

GRATIS BIMBINGAN DIDIMAX

Pada akhir perdagangan New York, Euro (EUR) naik menjadi 1,1192 per dolar Amerika Serikat (USD) dari 1,1183 Dolar Amerika Serikat pada sesi sebelumnya. Sementara, Poundsterling Inggris (GBP) turun menjadi 1,3005 per Dolar Amerika Serikat (USD) dari 1,3063 per Dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi sebelumnya. Disisi lain, Dolar Australia (AUD) turun menjadi 0,6989 per Dolar Amerika Serikat dari 0,7004 per Dolar Amerika Serikat pada sesi sebelumnya.

Saat ini, Dolar Amerika Serikat (USD) dibeli dik kisaran 110,14 per Yen Jepang (JPY), lebih rendah dari 110,26 per Yen Jepang (JPY) pada sesi sebelumnya. Dolar Amerika Serikat juga naik menjadi 1,0200 per franc Swiss (CHF) yang sebelumnya dari 1,0195 per franc Swiss (CHF), dan turun menjadi 1,3474 Dolar Kanada (CAD) dari 1,3480 per Dolar Kanada pada sesi sebelumnya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya sempat men-tweet bahwa ia akan dengan senang hati mempertahankan tarif impor Tiongkok guna mendukung Beijing untuk melakukan pembalasan. Pada akhir pekan lalu, Tiongkok telah mundur pada hampir semua aspek rancangan perjanjian perdagangan dan mengancam akan menggagalkan negosiasi.

Namun Wakil Perdana Menteri perunding Tiongkok Liu He akan menuju ke Washington untuk mengadakan perbincangan pada hari Kamis waktu setempat, dan beberapa investor mengartikan bahwa ancaman tentang tarif impor yang dilancarkan Donald Trump hanya sebagai taktik negosiasi.

Para pelaku pasar terus menunjukkan minat terhadap mata uang Jepang sebagai cara untuk menghindari risiko (risk-off) klasik dalam merespon ketidakpastian ekonomi global. Menurut beberapa ahli, selama episode penghindaran risiko, Yen (JPY) adalah aset safe haven yang lebih disukai dan rata-rata menghargai terhadap Dolar Amerika Serikat (USD),

PUSAT EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebesar 2,24 poin atau 0,01 persen menjadi 25.967,33 poin. Indeks S&P 500 turunsebesar 4,63 poin atau 0,16 persen menjadi 2.879,42 poin, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq turun 20,44 poin atau 0,26 persen menjadi 7.943,32 poin.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor utilitas yang turun hampir 1,4 persen, memimpin kerugian. Saham McKesson naik hampir 4,8 persen, karena laba kuartal pertama distributor farmasi Amerika Serikat itu mengalahkan prediksi pasar berkat bisnis distribusi bedah yang lebih kuat.

Setengah dari 30 saham unggulan atau blue chips pada Indeks Dow Jones naik di sekitar bel penutupan, menjaga kenaikan Dow Jones secara keseluruhan dan berhasil menopang indeks di zona hijau. Wall Street memulai hari perdagangan ketiga dengan awal yang sedikit rendah, dengan Indeks Dow Jones tergelincir 0,02 persen tak lama setelah bel pembukaan.

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *