
Berita mengenai forex hari ini – Pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), Dolar AS jatuh di tengah meningkatnya mata uang euro. Mata uang Euro ini menguat disebabkan pertumbuhan ekonomi di wilayah itu yang terlihat membaik pada kuartal ketiga.
Melansir Xinhua, Jumat, 1 November 2019, indeks USD, yang mengukur greenback atas enam mata uang mayor, melemah 0,30 persen menjadi 97,3517 di akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1145 dari USD1,1124 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2938 dari USD1,2887 pada sesi sebelumnya.
Dolar Australia meningkat menjadi USD0,6886 dibandingkan dengan USD0,6876. Dolar AS dibeli 107,98 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,94 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,9869 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9904 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3163 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3174 dolar Kanada.
Produk Domestik Bruto atau PDB yang disesuaikan secara musiman naik 0,2 persen di wilayah euro (EA19) dan 0,3 persen di UE28 selama kuartal ketiga, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, berdasarkan prediksi cepat awal yang dikeluarkan oleh Eurostat, kantor statistik dari Uni Eropa.
Eurostat melaporkan, “Dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya, PDB naik 1,1 persen di wilayah euro dan 1,4 persen di EU28 pada kuartal ketiga.”
Selain itu, pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) bursa saham Wall Street jatuh sebab investor memahami sejumlah data redup dan pembaruan berhubungan penyelidikan pelengseran terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dan perang dagang yang berlarut-larut antara AS dan China terlibat membebani pasar saham.
https://www.youtube.com/watch?v=khARebkCceU
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebanyak 140,46 poin atau 0,52 persen ke 27.046,23. Sedangkan S&P 500 turun 9,21 poin atau 0,30 persen menjadi 3.037,56. Indeks Komposit Nasdaq menghapus 11,62 poin atau 0,14 persen menjadi 8.292,36.
Chicago Purchasing Managers Index (Chicago PMI) yang dikenal Chicago Business Barometer, pada Oktober turun 3,9 poin menjadi 43,2. Keadaan itu menandai level terendah sejak Desember 2015 dan menunjukan penurunan lebih lanjut dalam aktivitas bisnis.
PMI Chicago yang dianggap sebagai salah satu indikator utama ekonomi AS. Nilai di atas 50,0 memperlihatkan perluasan aktivitas manufaktur. Dalam kondiis seperti ini, maka diharapkan ada langkah perbaikan agar nilai PMI Chicago bisa berada di atas 50.






