Dolar As Kembali Anjlok 1%

Pada perdagangan pasar valuta asing Kurs dolar Amerika Serikat (AS) jatuh terhadap sekeranjang mata uang dunia pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Berdasarkan data yang di lansir economy.okezone.com mata uang berisiko termasuk dolar Australia (AUD) menguat karena selera risiko meningkat pada harapan bahwa lockdown mungkin memperlambat penyebaran virus corona di beberapa negara.

Sterling juga naik sehari setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dipindahkan ke perawatan intensif karena keadaannya memburuk akibat coronavirus (Covid-19).

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (8/4/2020), Dolar AS turun 0,81% dibandingkan sekeranjang mata uang menjadi USD99,92.

Sementara, Dolar Australia melonjak 1,54% menjadi USD0,6180. Sterling naik 0,93% menjadi USD1,2343. Euro juga naik 0,98% menjadi USD1,0897. Dolar juga turun 0,40% terhadap yen Jepang di 108,76 yen.

Analis mengatakan mata uang Inggris diuntungkan dari meningkatnya selera risiko yang membebani dolar AS. Kondisi Johnson meski mengkhawatirkan, juga tidak mungkin berarti perubahan arah kebijakan pemerintah dalam memerangi virus.

“Terlepas dari berita sedih tentang PM Inggris Johnson, kematian di Inggris tetap relatif rendah dan melambat untuk hari kedua, meskipun puncaknya masih diperkirakan sekitar 10 hari lagi,” kata Win Thin, kepala strategi mata uang global di Brown Brothers Harriman di New York.

“Data frekuensi tinggi pada infeksi coronavirus dan tingkat kematian terus stabil,” kata Thin.

Sementara, di Spanyol dan Italia, yang menyumbang lebih dari 40% dari kematian dunia, angka kematian telah menurun selama beberapa hari, dan diskusi publik telah beralih ke bagaimana dan kapan untuk meredakan minggu pembatasan yang drastis pada kegiatan pribadi dan ekonomi.

WA DIDIMAX

Sumber : www.economy.okezone.com

PROFIT KONSISTEN DIDIMAX.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *