Dolar AS Masih Terimbas Imbal Hasil Treasury, Yen Jepang Menguasai Pair USDJPY

Dolar AS Masih Terimbas Imbal Hasil Treasury, Yen Jepang Menguasai Pair USDJPY

Hai teman-teman trader! Berita forex hari ini datang dari mata uang Dolar AS Masih Terimbas Imbal Hasil Treasury, Yen Jepang Menguasai Pair USDJPY. Kondisi ini terjadi ketika sesi perdagangan kawasan Asia di buka pada hari Kamis, 28 Maret.

Pada hari ini perdagangan pasangan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap mata uang Yen Jepang (JPY) terlihat mengalami penurunan dan menjajal kawasan paling rendah skala harian di level harga 110.30. Kondisi ini terjadi ketika sesi perdagangan kawasan Asia di buka pada hari Kamis, 28 Maret.

PUSAT EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

Pergerakan pasangan mata uang ini merupakan sebuah respon dari para pelaku pasar dan investor atas kekhawatiran mereka terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Perlambatan ini sudah didasarkan dari penurunan cukup tajam pada imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat dan juga suasana yang pesimis pada Wall Street. Pasangan mata uang USDJPY akan lebih fokus pada rilis data ekonomi mengenai PDB Amerika Serikat dan beberapa peristiwa yang membawa sentimen resiko.

Sebelumnya, pada imbal hasil obligasi Treasury skala 10 tahunan Amerika Serikat mengalami penurunan yang tajam sebesar 2,35 persen dan menuju ke kawasan paling rendah sejak akhir tahun 2017 lalu. Kondisi ini memprovokasi pasar untuk lebih memilih melakukan penjualan terhadap aset global dengan melakukan pemotongan imbal hasil skala tiga bulanan. Sehingga terlihat akan terjadi resesi Amerika Serikat seperti yang pernah terjadi pada tahun 2007 lalu. Ancaman resesi ini membuat perdagangan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) sepi peminat dan membuat mata uang Yen Jepang (JPY) menguasai pasangan mata uang USDJPY.

Pada obligasi Jerman (bund) juga mengalami penurunan cukup tajam yang diakibatkan oleh pernyataan Presiden bank sentral Eropa (ECB) yaitu Mario Draghi. Dia menyatakan memberi sebuah isyarat tentang peningkatan tantangan pada ekonomi regional dan juga lebih memilih mempertahankan kebijakan moneter atau bahkan lebih melonggarkannya. Mario Draghi menyatakan tidak akan melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Beberapa bank sentral negara lain seperti bank sentral New Zealand (RBNZ) juga selaras dengan nada dovish bank sentral Eropa (ECB). Selain itu yang membuat para pelaku pasar dan investor terbebani  untuk berdagang mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) adalah pernyataan dari calon Gubernur Fed, Stephen Moore. Mengenai polemik Brexit sampai saat ini juga masih sangat membebani perdagangan pada pasar uang. Dampak yang dirasakan dari Brexit ini bisa sampai ke perekonomian global.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini