Dolar AS Melemah dan Hanya Kuat Lawan Kurs Komoditas

Dolar AS Melemah dan Hanya Kuat Lawan Kurs Komoditas

Mengakhiri perdagangan pasar valuta asing sesi Amerika Jumat, 23 Agustus 2019 beberapa saat lalu, Dolar Amerika Serikat (USD) tetap lemah karena investor melihat ke depan untuk petunjuk tentang pemangkasan stimulus atau suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) pada simposium di Jackson Hole, Wyoming pada hari Jumat.

Setelah risalah pertemuan Federal Reserve pada akhir Juli lalu yang dirilis pada hari Rabu, ternyata gagal memberikan petunjuk yang jelas tentang pemangkasan suku bunga di masa depan dan fokus para pelaku pasar sekarang telah bergeser ke pidato mendatang dari ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole.

Indeks Dolar turun sebesar 0,1% ke kisaran level 98,20, setelah sempat turun ke posisi terendahnya di kisaran level 98,08 pada sesi Amerika semalam. Indeks Dolar tetap turun meskipun posisi imbal hasil obligasi jangka panjang menguat.

Terhadap Euro (EUR), Dolar Amerika Serikat (USD) turun tipis di kisaran level 1,1084, setelah pulih dari posisi terendahnya di kisaran level 1,1114. Terhadap Pound Sterling Inggris (GBP), Dolar Amerika Serikat (USD) melemah menjadi 1,2254, kehilangan lebih dari 1%, dengan mata uang Inggris yang menguat tajam terhadap sebagian besar rival utamanya.

Hal ini terjadi setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengungkapkan bahwa dia belum menetapkan batas waktu 30 hari bagi Inggris untuk menemukan solusi untuk Irlandia mundur.

Poundsterling (GBP) juga didukung oleh komentar dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengungkapkan bahwa Perjanjian Brexit dapat diamandemen untuk memungkinkan Inggris meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan.

Komentar dari Emmanuel Macron telah menambahkan pandangan bahwa ada kemauan oleh Uni Eropa (UE) untuk bernegosiasi dengan Inggris terkait masalah kesepakatan Brexit yang pada akhirnya dapat mencegah No-Deal-Brexit yang terjadi pada tanggal 31 Oktober mendatang.

Terhadap Yen (JPY), Dolar Amerika Serikat (USD) turun 0,18% pada 106,43 Yen (JPY), setelah bergerak antara 106,26 dan 106,65 semalam.

Di antara mata uang komoditas, Dolar Amerika Serikat (USD) perkasa pasca terperosoknya harga minyak mentah, Dolar Australia (AUD) turun lebih dari 0,3% terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) di kisaran level 0,6757, dengan Dolar Kanada (CAD) turun sedikit di kisaran level $1,3300 dengan pasangan USDCHF naik sebesar 0,18% di kisaran level 0,9837.

Untuk berita rilis ekonomi, data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja mengungkapkan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran Amerika Serikat turun jauh lebih dari yang diharapkan dalam pekan yang berakhir di 17 Agustus, yakni turun sebesar 12.000 menjadi 209.000.

Sebuah laporan berbeda yang dirilis oleh Conference Board menunjukkan surveynya tentang indikator ekonomi utama Amerika Serikat naik lebih dari yang diprediksi, yakni sebesar 0,5% pada bulan Juli. Indeks turun sebesar 0,1% di bulan Mei dan Juni.

Para investor juga sedang menunggu KTT Kelompok Tujuh akhir pada pekan ini untuk petunjuk tentang langkah-langkah tambahan apa yang mungkin diambil oleh para pembuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini
Shares