Dolar AS Melemah Di Tengah Kekhawatiran Ketegangan Perdagangan

Dolar AS Melemah Di Tengah Kekhawatiran Ketegangan Perdagangan

Pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Senin waktu setempat (Selasa WIB) nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Ini dikarenakan para investor tetap khawatir bahwa ketegangan antara Amerika Serikat  dan mitra dagang utamanya akan menekan ekonomi negara paman sam tersebut.

Mengutip Antara, pada hari Selasa, 13 Agustus 2019, indeks Dolar Amerika Serikat yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sebesar 0,11 persen menjadi 97,3933 pada akhir perdagangan.

PUSAT EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

Sedangkan pada akhir perdagangan New York, Euro (EUR) naik menjadi USD1,1219 dari USD1,1207 pada sesi sebelumnya, dan Poundsterling Inggris (GBP) naik menjadi USD1,2077 dari USD1,2055 pada sesi sebelumnya.

Disisi lain Dolar Australia (AUD) turun menjadi USD0,6753 dibandingkan dengan USD0,6791 pada sesi sebelumnya. Dolar Amerika Serikat (USD) dibeli di kisaran level 105,27 Yen Jepang (JPY), lebih rendah dibandingkan dengan 105,57 Yen Jepang (JPY) pada sesi sebelumnya.

Dolar Amerika Serikat (USD) juga turun menjadi 0,9689 Franc Swiss (CHF) dibandingkan dengan 0,9722 Franc Swiss (CHF), dan naik menjadi 1,3244 Dolar Kanada (CAD) dibandingkan dengan 1,3208 dolar Kanada (CAD).

Yen Jepang (JPY) naik ke level tertinggi terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) sejak Maret tahun 2018, karena investor meningkatkan taruhan bahwa mata uang safe-haven bisa meningkat lebih banyak jika konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China berkepanjangan. Yen (JPY) terakhir 0,38 lebih kuat terhadap USD di 105,27.

Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo mengatakann bahwa Yen (JPY) yang lebih kuat berada pada atau dekat level tertinggi tahun 2019 terhadap mitra Amerika Serikat di atas prospek perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok yang berlarut-larut. Karena semakin lama perang dagang berlarut-larut, maka semakin besar kemungkinan bahwa konflik tersebut akan membebani pada pandangan global.

“Dan menggerogoti ekonomi dunia, itu berdampak negatif untuk moral pasar,” ujar Joe Manimbo.

Analis Goldman Sachs mengatakan bahwa mereka tidak lagi memperkirakan Amerika Serikat dan China akan mencapai kesepakatan perdagangan sebelum Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2020. Mereka menurunkan perkiraan mereka untuk pertumbuhan kuartal keempat Amerika Serikat dan mengatakan jika kemungkinan perang perdagangan terus berlarut-larut maka hal tersebut akan menyebabkan resesi terus meningkat.

Minggu ini perhatian para pelaku pasar akan tertuju pada penjualan ritel dan produksi industri Tiongkok untuk periode bulan Juli, yang dijadwalkan akan di rilis pada hari Rabu 14 Agustus 2019, ini bertujuan untuk mengukur dampak perang dagang terhadap aktivitas domestik.

Para investor juga akan fokus pada simposium tahunan Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat di Jackson Hole, Wyoming, pada akhir bulan ini untuk mencari kejelasan yang lebih besar tentang jalur suku bunga di masa depan. Para pelaku pasar mengharapkan bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga tambahan sebanyak dua atau tiga kali pada akhir tahun ini.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

(Visited 13 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *