Dolar AS Melemah Ditengah Penurunan Suku Bunga The Fed

Dolar AS Melemah Ditengah Penurunan Suku Bunga The Fed
Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang menurunkan suku bunga acuan, rupanya berdampak negatif dan menekan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada perdagangan pagi hari Kamis, 31 Oktober 2019.
Indeks Dolar Amerika Serikat, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sebesar 0,05 persen menjadi 97,6470 pada perdagangan terakhir.Pada perdagangan akhir perdagangan pasar valuta asing sesi New York, Euro (EUR) naik menjadi 1,1124 Dolar Amerika Serikat (USD) dari 1,1110 Dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi sebelumnya, dan Poundsterling Inggris (GBP) naik menjadi 1,2887 Dolar Amerika Serikat (USD) dari 1,2861 Dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi sebelumnya.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Sedangkan Dolar Australia (AUD) naik menjadi 0,6876 Dolar Amerika Serikat (USD) dari 0,6865 Dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi sebelumnya.

Di sisi alin Dolar Amerika Serikat (USD) dibeli 108,94 Yen Jepang (JPY), lebih tinggi dari 108,81 Yen Jepang (JPY) pada sesi sebelumnya. Selain itu, Dolar Amerika Serikat (USD) juga turun menjadi 0,9904 Franc Swiss (CHF) dari 0,9937 Franc Swiss (CHF), dan naik menjadi 1,3174 Dolar Kanada (CAD) dari 1,3088 dolar Kanada (CAD).

Pada hari Rabu, 30 Oktober 2019 Federal Reserve Amerika Serikat menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, penurunan suku bunga ketiga bank sentral pada tahun ini.

https://www.youtube.com/watch?v=D806PoCK5is

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memotong target suku bunga dana federal menjadi kekisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan bahwa pertemuan kebijakan selama dua hari, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar.

“Kami mengambil langkah ini untuk membantu menjaga ekonomi Amerika Serikat agar tetap kuat dalam menghadapi perkembangan global dan untuk menyediakan beberapa jaminan terhadap risiko yang sedang berlangsung,” ujar Ketua Fed Jerome Powell kepada wartawan pada konferensi pers Rabu sore (30/10/2019), menyoroti risiko-risiko perlambatan pertumbuhan global, perkembangan kebijakan perdagangan, serta tekanan inflasi yang diredam.

Meskipun pengeluaran rumah tangga kuat, investasi bisnis dan ekspor “tetap lemah,” dan output atau keluaran manufaktur juga telah menurun selama satu tahun terakhir, ujar Jerome Powell.

“Pertumbuhan yang lambat di luar negeri dan perkembangan perdagangan telah membebani sektor-sektor itu,” kata dia.
KELAS EDUKASI GRATIS DIDIMAX
didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *