NEW YORK – Dolar Amerika Serikat ( AS ) melemah terhadap yen Jepang dan franc Swiss pada akhir perdagangan Rabu ( 11 Maret 2020 ) waktu setempat Kamis ( 12 Maret 2020 ) Pagi WIB ( Waktu Indonesia Bagian Barat ) Sejalan dengan kejatuhan pasar saham imbas kekhawatiran penyebaran virus korona atau coronavirus ( Covid – 19 ) mendorong investor ke safe havens .
Bahkan , langkah investor ini terjadi ketika sterling berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian setelah Bank of England tiba-tiba memotong suku bunganya. Demikian seperti dilansir Reuters, Jakarta, Kamis ( 12 Maret 2020 ).
Bank-bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia mengambil langkah cepat untuk membatasi kerusakan ekonomi dari wabah virus korona yang telah mengirim pasar saham kepada kejatuhan karena investor memilih obligassi pemerintah yang aman,
Investor juga kecewa karena ( Presiden Amerika Serikat ) Donald Trump tidak membuat pengumuman besar tentang langkah-langkah stimulus. Harapan bahwa Trump ( Presiden Amerika Serikat ) Akan mengungkap rencana stimulus yang signifikan telah mendorong selera risiko pada hari Selasa dan mendorong investor untuk sementara waktu menjauh dari aset yang lebih aman .
Donald Trump ( Presiden Amerika Serikat )mengatakan pada hari Selasa (10 Maret 2020 ) bahwa ia akan meminta Kongres untuk pemotongan pajak gaji dan langkah-langkah stimulus sangat besar lainnya, tetapi rinciannya tetap tidak jelas.
“Kurangnya kepemimpinan Amerika Serikat baik domestik maupun internasional, tidak meningkatkan kepercayaan investor,” kata Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex di New York.
Trump pada hari Rabu lagi berusaha menenangkan kekhawatiran tentang corona virus ( Covid – 19 ) yang menyebar cepat dan mengatakan di Twitter ia akan menggunakan semua sumber daya pemerintah yang diperlukan untuk memberantasnya. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
https://www.youtube.com/watch?v=h20_FObbSYw
Sama Seperti hari kemarin , Dolar Amerika Serikat terus melemah terhadap Yen Jepang dan Franc Swiss .
Rabu (11 Maret 2020 ) setelah menguat pada hari sebelumnya karena masih mendominasinya sentimen epidemi virus covid – 19 .
Menurut laporan Reuters Rabu (11 Maret 2020 ) pagi, pelemahan dolar tersebut mengikuti tren pelemahan bursa berjangka Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat pada awal perdagangan di Asia Rabu ( 11 Maret 2020 ) . Pergerakan itu muncul di saat mayoritas investor masih tak mengambil posisi apapun bahkan setelah aset berisiko kembali pulih pada Selasa kemarin dengan harapan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk meringankan dampak negatif ekonomi akibat epidemi virus.
Terhadap yen, USD/JPY turun sebesar 0,66% di 104,93 per yen pukul 09.30 WIB ( Waktu Indonesia Bagian Barat ) USD/CHF juga naik 0,25% ke 0,9369 franc per dolar sementara euro berada di $1,1304, atau meningkat sebesar 0,21% sejauh ini di Asia.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan 696 kasus virus covid-19 pada Selasa. Angka ini meningkat 224 kasus dari jumlah sebelumnya dan mengatakan jumlah korban tewas akibat virus bertambah enam menjadi 25 orang.






