Dolar AS Melmah Tergerus Data Klaim Pengangguran Yang Melonjak

Dolar AS Melmah Tergerus Data Klaim Pengangguran Yang Melonjak

Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pelemahan terjadi setelah data menunjukkan jumlah orang Amerika Serikat (AS) yang mengajukan tunjangan pengangguran melonjak kembali di atas satu juta pada pekan lalu.


Mengutip Xinhua, Jumat, 21 Agustus 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,09 persen menjadi 92,7998. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1850 dibandingkan dengan USD1,1856 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3207 dari USD1,3115 pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia turun menjadi USD0,7191 dibandingkan dengan USD0,7203. Dolar AS dibeli 105,77 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 105,90 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9084 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9136 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3178 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3186 dolar Kanada.

pelatihan forex di didimax

Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat sebanyak 135 ribu menjadi 1,106 juta dalam pekan yang berakhir tanggal 15 Agustus. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan kondisi ini mencerminkan tingkat pengangguran yang masih tinggi di AS. Sedangkan ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan ada 910 ribu klaim pengangguran baru.

Sedangkan tiga indeks acuan saham utama Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), didukung oleh kenaikan kuat di saham teknologi. Meski demikian, para investor masih terus mencermati dampak dari lonjakan kasus infeksi covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,85 poin atau 0,17 persen menjadi 27.739,73. Sedangkan S&P 500 naik 10,66 poin atau 0,32 persen menjadi 3.385,51. Indeks Komposit Nasdaq naik 118,49 poin atau 1,06 persen menjadi 11.264,95.

Sementara itu, risalah Federal Reserve menunjukkan pejabat the Fed percaya bahwa ketidakpastian seputar prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap sangat tinggi, dengan pergerakan ekonomi akan sangat bergantung bagaimana arah covid-19. Sejauh ini, kasus infeksi virus mematikan itu terus meningkat.

“Beberapa risiko terhadap prospek ekonomi telah dicatat, termasuk kemungkinan wabah virus gelombang berikutnya yang dapat mengakibatkan gangguan ekonomi berkepanjangan dan berlarut-larut,” kata risalah rapat Fed.

Pada pertemuan tersebut, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pengaturan kebijakan the Fed, mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah yaitu 0-0,25 persen. Keputusan itu sambil memperingatkan bahwa kebangkitan kasus covid-19 secara nasional baru-baru ini mulai membebani pemulihan ekonomi.

EDUKASI TRADING FOREX DAN KOMODITI DI DIDIMAX

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini