Dolar AS Menguat Ditengah Meredanya Ketegangan AS-Iran

Dolar AS Menguat Ditengah Meredanya Ketegangan AS-Iran

Pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Selasa waktu setempat (Rabu WIB), nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) terlihat menguat karena kekhawatiran investor terhadap ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mereda. Meskipun demikian, tetap ada risiko bahwa ketegangan tersebut bisa kembali memanas.

Mengutip Xinhua, Rabu, 8 Januari 2020, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik sebesar 0,35 persen pada kisaran level 97,0047 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, Euro (EUR) turun menjadi USD1,1145 dari USD1,1190 pada sesi sebelumnya, dan Poundsterling Inggris (GBP) turun menjadi USD1,3120 dari USD1,3163 pada sesi sebelumnya.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Dolar Australia (AUD) merosot ke USD0,6869 dibandingkan dengan USD0,6933. Dolar Amerika Serikat (USD) membeli 108,52 Yen Jepang (JPY), lebih tinggi dibandingkan dengan 108,44 Yen Jepang (JPY) pada sesi sebelumnya. Dolar Amerika Serikat (USD) naik menjadi 0,9708 Franc Swiss (CHF) dibandingkan dengan 0,9687 Franc Swiss (CHF), dan naik menjadi 1,3003 Dolar Kanada (CAD) dibandingkan dengan 1,2965 Dolar Kanada (USD).

Pada Jumat lalu, Amerika Serikat melayangkan serangan udara di Baghdad yang membunuh Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran Quds dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. Karenanya Dolar Amerika Serikat (USD) melemah segera setelah itu karena investor berbondong-bondong ke mata uang safe-haven tradisional seperti Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF).

Sementara itu, data sektor non-manufaktur Amerika Serikat yang lebih baik dari prediksi mengangkat Dolar Amerika Serikat (USD). Indeks non-manufaktur Amerika Serikat naik menjadi 55 persen pada bulan Desember dari pembacaan November di posisi 53,9 persen, menurut Institute for Supply Management. Angka di atas 50 persen dipandang positif bagi perekonomian Amerika Serikat.

https://www.youtube.com/watch?v=D3FwiMcRzo4

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada hari Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi tersebut terjadi karena Wall Street menimbang risiko geopolitik yang muncul usai serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap seorang Jenderal Iran pada hari Jum’at minggu lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 119,70 poin atau sebesar 0,42 persen menjadi 28.583,68. Sedangkan S&P 500 turun 9,10 poin atau sebesar 0,28 persen menjadi 3.237,18. Indeks Komposit Nasdaq turun 2,88 poin atau 0,03 persen menjadi 9.068,58.

Semua 11 sektor S&P 500 utama berubah negatif pada penutupan, dengan real estat dan konsumen turun masing-masing sebesar 1,19 persen dan 0,73 persen, memimpin penurunan. Di sisi data, Departemen Perdagangan melaporkan, bahwa pesanan pabrik Amerika Serikat turun sebesar 0,7 persen pada bulan November untuk menandai penurunan ketiga dalam empat bulan.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *