DOLAR AS MENGUAT PADA AKHIR PERDAGANGAN

Indeks Dolar AS menguat pada akhir perdagangan kemarin. Kurs dolar AS menguat karena para pelaku pasar terus mencari tempat berlindung yang aman di tengah ketidakpastian dari pandemi Covid-19.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,16% menjadi 99,9603 pada akhir perdagangan, dilansir dari Xinhua, Selasa (21/4/2020).

Kurs dolar Amerika Serikat berakhir melemah pada perdagangan  Jumat, karena investor merespons positif  tentang hasil uji coba obat untuk penanganan pasien virus Corona oleh  Gilead Sciences Inc (GILD.O).

Selain itu, investor juga sedang menantikan rencana Presiden Donald Trump untuk membuka kembali perekonomian. Dengan sentimen tersebut, selera investasi pun kembali ke aset yang berisiko.

Sentimen didorong oleh laporan data parsial soal uji coba obat eksperimental pada pasien Covid-19 yang sakit parah di Rumah Sakit University of Chicago. Pasien itu merespons secara positif obat eksperimental remdesivir.

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) mencapai level tertinggi pada akhir perdagangan Kamis. Investor kembali lagi beralih pada aset safe haven seperti dolar,  setelah rilis data pengangguran mingguan AS meningkat.

Tercatat sudah 22 juta orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pada bulan lalu. Jumlah tersebut menjadi rekor dan menggarisbawahi bahwa virus Corona harus segera dikendalikan.

Dolar naik 0,45% menjadi 100,08 atau menyentuh level tertinggi dalam satu minggu terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya. Sebelumnya dolar mengalami penurunan beruntun selama empat hari karena kenaikan pasar ekuitas meleset.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,0861 dari USD1,0867 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2445 dari USD1,2482 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6348 dari USD0,6353.

Dolar AS membeli 107,64 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,59 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9678 franc Swiss dari 0,9676 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,4133 dolar Kanada dari 1,4022 dolar Kanada.

Pergerakan dolar berlawanan arah dengan bursa saham. Pasalnya, Wall Street turun tajam pada perdagangan kemarin karena harga minyak mentah berjangka AS anjlok untuk pertama kalinya dalam sejarah. Harga minyak jatuh dipicu pandemi covid-19 atau corona virus yang telah menekan ekonomi global.

“Dolar bernasib lebih baik minggu ini karena catatan data yang lemah menyarankan jalan yang lebih lama dan lebih tidak pasti untuk pemulihan. Pandangan yang lebih suram membangkitkan kembali selera untuk aset yang lebih aman,” kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo, dilansir dari Reuters, Jumat (17/4/2020).

Dow Jones Industrial Average turun 2,22% pada 23.704,26 poin, sedangkan S&P 500 kehilangan 1,61% menjadi 2.828,14 dan Nasdaq Composite turun 0,75% menjadi 8.585,27.

Greenback telah naik selama krisis karena investor berebut untuk keselamatan mata uang cadangan dunia, meskipun turun dari level tertinggi sejak akhir Maret karena kebijakan Federal Reserve AS mengeluarkan serangkaian langkah-langkah untuk mendukung perekonomian.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *