Dolar AS Menguat Setelah Rilis Data Pengangguran AS Meningkat

Dolar AS Menguat Setelah Rilis Data Pengangguran AS Meningkat

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) mencapai level tertinggi pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Kamis kemarin. Para investor kembali lagi beralih pada aset safe haven seperti Dolar Amerika Serikat, setelah rilis data pengangguran mingguan Amerika Serikat meningkat.

Tercatat sudah 22 juta orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran pada bulan lalu. Jumlah tersebut menjadi rekor dan menggarisbawahi bahwa dampak dari virus Corona harus segera dikendalikan.

Dolar Amerika Serikat naik sekitar 0,45% menjadi 100,08 atau menyentuh level tertinggi dalam satu minggu terhadap enam mata uang utama lainnya. Sebelumnya Dolar Amerika Serikat mengalami penurunan beruntun selama empat hari karena kenaikan pasar ekuitas meleset.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Terhadap Euro, Dolar Amerika Serikat menguat sekitar 0,72% menjadi USD1,083, karena setengah triliun Euro yang digunakan untuk mendukung negara-negara melalui wabah corona dipandang tidak cukup, apalagi untuk sarat utang Italia.

Yen melemah sekitar 0,25% terhadap Dolar Amerika Serikat, karena Jepang memperpanjang keadaan darurat di luar kota-kota besar ke seluruh negara.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun dari 1,370 juta menjadi 5,245 juta yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir tanggal 11 April 2020. Penurunan ekonomi ditambah usai penjualan ritel, aktivitas pabrik dan harga minyak yang menurun ke posisi terendah.

“Dolar Amerika Serikat memiliki nasib yang lebih baik minggu ini karena catatan data yang lemah menyarankan jalan yang lebih lama dan lebih tidak pasti untuk pemulihan. Pandangan yang lebih suram membangkitkan kembali selera untuk aset yang lebih aman,”ujar Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo, dilansir dari Reuters, Jumat (17/4/2020).

Greenback telah naik selama krisis karena investor berebut untuk keselamatan mata uang cadangan dunia, meskipun sebelumnya sempat turun dari level tertinggi sejak akhir Maret karena kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat yang mengeluarkan serangkaian stimulus untuk mendukung perekonomian.

“Dalam jangka pendek, Dolar Amerika Serikat diperkirakan akan tetap menguat karena statusnya sebagai aset safe-haven dan karena situasi ekonomi global tetap tidak menentu,” ujar Ketua Goldman Sachs Asset Management Andrew Wilson.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *