Pada hari Jumat (08/11) siang, Dolar Amerika Serikat (USD) kembali stagnan saat perdagangan pasar valuta asing di sesi Asia dan trader masih mengolah berita terbaru seputar perdagangan.
Pasangan mata uang USDCNY naik tipis sebesar 0,1% menjadi 6,9765 pada pukul 11:34 PM ET (03:34 GMT).
Bank Rakyat Cina ( PBOC ) menetapkan kurs tengah harian Yuan (CNY) lebih besar dari 7 Yuan (CNY) per Dolar Amerika Serikat (USD) untuk pertama kalinya sejak awal bulan Agustus.
Di bidang perdagangan Cina dan Amerika Serikat tampaknya telah membuat beberapa terobosan penting setelah juru bicara Kementerian Perdagangan Cina mengatakan bahwa Beijing dan Washington telah sepakat untuk menurunkan kembali beberapa tarif impor barang yang saling dikenakan.
Berita itu muncul menyusul laporan awal pada pekan ini bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping mungkin belum bisa menandatangani kesepakatan perdagangan sebagian pada bulan ini seperti apa yang telah direncanakan sebelumnya.
Menurut laporan, Penandatanganan mungkin akan ditunda hingga bulan Desember dan akan dilakukan di luar wilayah Amerika Serikat.
Para pelaku pasar sangat mengharapkan kesepakatan akan ditandatangani pada pertemuan puncak internasional di Chili bulan ini. KTT tersebut bakal menjadi aksi unjuk rasa yang melanda ibu kota Chili, Santiago.
Saat ini, Indeks Dolar Amerika Serikat tetap mendatar di kisaran 97,970.
https://www.youtube.com/watch?v=2Fzm0BSCKKE
Pasangan mata uang AUDUSD turun sebesar 0,2% ke kisaran 0,6883. Reserve Bank of Australia (RBA) mengatakan dalam pernyataan kebijakan moneter pada hari Jumat bahwa ekonomi negara “secara bertahap keluar dari jalur perlambatan.” Pasar global juga tampaknya telah melewati “jurang pesimis,” ujar bank sentral.
Sementara itu, Poundsterling Inggris (GBP) sedikit berubah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) tetapi diperdagangkan mendekati level terendah dua minggu setelah Bank of England (BoE) tiba-tiba memilih untuk memangkas suku bunga ke depan.
Pemangkasan itu terjadi karena ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kekhawatiran seputar keluarnya Inggris dari blok Uni Eropa (Brexit), ujar bank sentral.
Disisi lain, pasangan mata uang EURUSD juga bergerak tenang dan pasangan mata uang USDJPY terakhir diperdagangkan di kisaran 109,23, turun sebesar 0,03%.
didimaxforex.com






