Dolar Australia Melonjak Pasca RBA Pertahankan Suku Bunga

Dolar Australia Melonjak Pasca RBA Pertahankan Suku Bunga

Pada perdagangan pasar valuta asing hari Selasa sesi kawasan Asia, Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga.

Suku bunga tidak berubah dan tetap berada di level 0,75%. “Ketidakpastian domestik terutama terkait prospek konsumsi, namun ada potensi peningkatan pendapatan dari sektor rumah tangga yang akan membebani pengeluaran konsumen,” ujar gubernur RBA Philip Lowe. “Sumber-sumber ketidakpastian lainnya termasuk efek dari kekeringan dan evolusi dari siklus pembangunan perumahan.”

Pasangan mata uang AUDUSD terakhir diperdagangkan di kisaran level 0,6899 pukul 12:40 ET (11:40 WIB), naik sebesar 0,2%.

KELAS EDUKASI GRATIS DIDIMAX

Sementara itu, pasangan mata uang USDCNY turun sebesar 0,1% setelah survei swasta menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa Cina melemah pada bulan Oktober karena pesanan baru yang melambat dan kepercayaan bisnis mencapai level terendah dalam 15 bulan.

Indeks manajer pembelian layanan Caixin / Markit (PMI) turun ke kisaran level 51,1 bulan lalu, menyamai level terendah bulan Februari dan turun dari 51,3 pada bulan September.

Secara terpisah, People’s Bank of China (PBOC) memotong suku bunga untuk fasilitas pinjaman jangka menengah pada hari Selasa yang merupakan pertama kalinya sejak awal tahun 2016.

Tingkat ini turun sebesar 5 basis poin menjadi 3,25% dari 3,30% sebelumnya.

Pasangan mata uang USDJPY naik sebesar 0,2% menjadi 108,80. Bank of Japan (BOJ) juga mempertahankan kebijakannya agar tetap stabil dan mempertahankan suku bunga yang sangat rendah.

https://youtu.be/H5N5iDbLcU4

Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa “(Pedoman ke depan yang baru) tidak membatasi langkah-langkah pelonggaran moneter tambahan untuk pemotongan suku bunga.”

“Tidak ada perubahan pada pemahaman kami bahwa, selain menurunkan tingkat kebijakan, ada berbagai langkah yang mungkin bisa dilakukan untuk pelonggaran tambahan,” ujarnya dalam sebuah pidato.

Di front perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Chinda, Washington dan Beijing mengindikasikan pada akhir pekan lalu bahwa kemajuan perundingan telah dicapai, dan para pejabat Amerika Serikat mengisyaratkan bahwa kesepakatan dapat ditandatangani bulan ini.

Bloomberg memberitakan bahwa pemimpin Cina Xi Jinping kemungkinan akan megunjungi Amerika Serikat untuk menandatangani kesepakatan.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *