Dolar Australia Tergelincir Karena Pengumuman Terbaru dari RBA

Dolar Australia Tergelincir Karena Pengumuman Terbaru dari RBA

Hai teman-teman trader! Hari ini mata uang Dolar Australia Tergelincir Karena Pengumuman Terbaru dari RBA. Kondisi terjadi dalam perdagangan sesi kawasan Asia berlangsung. Berikut ini berita yang bisa anda jadikan sebagai referensi untuk analisa fundamental dalam trading forex.

Mata uang Dolar Australia (AUD) turun lebih dari 0.5 persen ke kisaran 0.7075 terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sesi Asia pada hari Selasa tanggal 02 April ini. Pengumuman terbaru dari bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) menghidupkan kembali dugaan mengenai probabilitas pemotongan suku bunga dalam tahun ini, sehingga mendorong pelemahan Dollar Aussie terhadap sebagian besar mata uang mayor lainnya. Posisi mata uang AUDNZD pada awal sesi Eropa juga menurun sekitar 0.1 persen ke level 1.0440.

Dalam rapat kebijakan moneter hari ini, bank sentral Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap (dovish) pada level 1.5 persen. Alasannya, mereka menilai outlook perekonomian global dianggap masih baik meski terjadi perlambatan. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi 22 ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya.

Gubernur bank sentral Australia (RBA) yaitu Philip Lowe mengatakan, “Rendahnya tingkat suku bunga terus mendukung perekonomian Australia. Diekspektasikan (akan ada) kemajuan selanjutnya dalam upaya mengurangi pengangguran dan mengembalikan laju inflasi sesuai target, meskipun kemajuan ini kemungkinan akan terjadi secara bertahap.”

Philip Lowe menyampaikan pula bahwa perlambatan Gross Domestic Product (GDP) Australia baru-baru ini menggambarkan kondisi ekonomi yang lebih lemah, namun data sektor ketenagakerjaan tetap solid. Terlepas dari itu, ia tak menghapus prospek pemotongan suku bunga yang sempat dimunculkan dalam pernyataan setelah rapat bank sentral Australia (RBA) pada bulan Februari lalu.

Data Bloomberg terbaru juga menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan ada sekitar 75 persen kemungkinan akan terjadinya pemotongan suku bunga oleh bank sentral Australia (RBA) pada akhir tahun 2019 ini. Sebelum momen tersebut, bank sentral Australia (RBA) bisa jadi akan terus mempertahankan tingkat suku bunga saat ini.

Pimpinan ekonom ING Asia-Pasifik yaitu Robert Carnell mengatakan bahwa “Termoderasinya penurunan harga perumahan kemarin, dan perbaikan sentimen bisnis bersama dengan outlook yang lebih positif dari China, berarti bahwa kita masih memandang ‘(suku bunga) tetap dalam waktu dekat’ merupakan hasil yang paling mungkin terjadi.”

Selain bank sentral Australia (RBA), sejumlah bank sentral mayor lain juga telah mengungkapkan probabilitas pelonggaran moneter dalam tahun ini. Minggu lalu, pernyataan dovish dari bank sentral New Zealand (RBNZ) telah mengakibatkan penurunan drastis pada mata uang Dollae Aussie dan Dollar New Zealand dikarenakan outlook ekonomi kedua negara yang sama-sama mempunyai eksposur besar pada sektor ekspor.

PUSAT EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

didimaxforex.com

(Visited 61 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini