Dolar Amerika Serikat terus menguat pada Selasa (10 Maret 2020 ) setelah sebelumnya mencatatkan penurunan besar terhadap yen, euro dan franc Swiss. Tren positif dolar ini muncul di tengah harapan investor bahwa para pengambil kebijakan global akan memperkenalkan langkah-langkah stimulus guna meredam dampak negatif ekonomi dari wabah virus covid-19.
USD/JPY masih nyaman di kisaran level 104.67 per yen atau melonjak 2,27% pada pukul 16.48 WIB ( Waktu Indonesia Bagian Barat ) . Terhadap sejumlah mata uang utama, US Dolar Index naik 1,01% di 95,613.
Dolar mulai bergerak menguat seperti dilansir Reuters Selasa ( 10 Maret 2020 ) pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Gedung Putih akan mengadakan konferensi pers pada Selasa ( 10 Maret 2020 ) setempat soal mengambil langkah-langkah ekonomi dalam menanggapi wabah virus covid – 19
Menteri Keuangan Amerika Serikat Steve Mnuchin juga mengatakan Gedung Putih akan melakukan pertemuan dengan para eksekutif perbankan minggu ini. Ini menjadi tanda bahwa pemerintah Amerika Serikat tengah bersiap meluncurkan langkah-langkah lebih untuk mengantisipasi dampak negatif dari penyebaran virus .
Indeks Dolar Amerika Serikat menguat di akhir perdagangan kemarin. Dolar kembali perkasa karena para pelaku pasar menaruh harapan pada stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah Amerika Serikat untuk melawan dampak wabah virus korona.
Melansir Xinhua, Rabu (11 Maret 2020 ) , Indeks Dolar , yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, Naik 1,61% pada 96,4402 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1292 dari USD1,1458 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2912 dari USD1,3110 AS pada sesi sebelumnya.
Dolar Australia jatuh ke 0,6486 dolar Amerika Serikat dari 0,6595 dolar. Dolar Amerika Serikat membeli 105,13 yen Jepang, lebih tinggi dari 102,15 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar Amerika Serikat naik hingga 0,9387 franc Swiss dari 0,9239 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3738 dolar Kanada dari 1,3629 dolar Kanada .
Untuk diketahui, pemerintah dan Bank Sentral Amerika Serikat menyiapkan stimulus untuk menolong kejatuhan ekonomi Amerika Serikat dari serangan virus korona. Wabah covid – 19 memicu kekhawtiran resesi ekonomi.
Investor mengharapkan The Federal Reserve memotong suku bunga untuk kedua kalinya bulan ini. Presiden Donald Trump menekan bank sentral harus menurunkan suku bunga Amerika Serikat selevel dengan ” negara pesaing .”
https://www.youtube.com/watch?v=dVPdZ3iNUCE






