
Berita forex hari ini datang dari mata uang Dolar New Zealand Terpuruk, Pemulihan Hari Ini Lebih Sulit. Hal tersebut dikarenakan adanya rilis data ekonomi dari China yang memperlihatkan kenaikan dari prediksi sebelumnya.
Pergerakan pasangan mata uang Dolar New Zealand (NZD) terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) tampak sedang berusaha mengoreksi diri. Sebelumnya pasangan mata uang ini mengalami penurunan yang cukup tajam karena rilis data pada Rabu pagi kemarin. Tampaknya saat ini juga ada potensi kebangkitan pada sektor pabrik di China dan juga keputusan dari pemerintah New Zealand untuk melakukan pembatalan pada pajak capital gain atau CGT.

Pada Rabu pagi tepatnya 17 April kemarin, perdagangan pasangan mata uang NZDUSD mengalami penurunan tajam menuju ke kawasan lever 0.6665 sebagai tanggapan atas laporan data terkait inflasi yang jauh di bawah perkiraan sebelumnya.
Setelah penurunan tajam, saat ini mata uang Dolar New Zealand (NZD) sudah mengalami koreksi yang cukup baik dan tertahan di kawasan level 0,6730. Sehingga selama perdagangan hari Rabu sampai berita ditulis, pasangan mata uang NZDUSD anjlok hingga 0,55 persen.
Usaha mata uang Dolar New Zealand (NZD) untuk melakukan pemulihan lebih lanjut terlihat akan mengalami banyak hambatan. Hal tersebut dikarenakan adanya rilis data ekonomi dari China yang menunjukkan pertumbuhan skala tahunan yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Hasil data tersebut menunjukkan kenaikan mendekati angka 6,4 persen dari perkiraan sebelumnya di angka 6,3 persen.
Selain itu, laporan mengenai penjualan ritel juga mengalami kenaikan yang melampaui perkiraan dengan hasil di angka 8,7 persen. Hasil tersebut bisa menjadi referensi bagi mata uang Dolar New Zealand (NZD) bahwa permintaan untuk dalam negeri akan melambung selama bulan Maret.
Terkait pajak capital gain (CGT) sendiri, pemerintah New Zealand tampaknya tidak memberikan catatan dan tidak menunjukkan hasil konsesus. Meskipun dengan kondisi seperti ini, mata uang Dolar New Zealand (NZD) masih harus berjuang dalam bias bearish (downtrend) akibat dampak Indeks Harga Konsumen (IHK) yang jauh melenceng dari perkiraan sebelumnya.
Indeks Harga Konsumen (IHK) yang turun juga bisa menjadi referensi adanya peningkatan atau penurunan suku bunga oleh bank sentral (RBNZ). Untuk kedepannya, mungkin pasangan mata uang NZDUSD sendiri akan terus mengalami tekanan selama perdagangan hari ini, apalagi jika pada ekuitas global menanggapi positif data dari China.

didimaxforex.com




