ECB potong suku bunga simpanan dan pembelian aset dimulai kembali

ECB potong suku bunga simpanan dan pembelian aset dimulai kembali

Berita terbaru mengenai forex hari ini – Pada Kamis (12/9/2019), Bank Sentral Eropa atau ECB, merilis keputusan kebijakan penting untuk memotong suku bunga simpanan sebesar 10 basis poin menjadi minus 0,50 persen serta memulai kembali program pembelian aset (APP) mulai 1 November pada laju bulanan 20 miliar euro (sekitar 21,9 miliar dolar AS).

Menurut ECB jika suku bunga dasar zona euro dan suku bunga pada fasilitas pinjaman marjinal tidak akan berubah pada level saat ini masing-masing 0,00 persen dan 0,25 persen.

Pembelian obligasi, yang sebelumnya ditunda pada Desember 2018, ECB mengatakan jika mereka mengharapkan program berjalan “selama diperlukan untuk memperkuat dampak akomodatif dari tingkat kebijakannya, dan untuk mengakhiri sesaat sebelum mulai menaikkan suku bunga utama ECB.” Reinvestasi pembayaran pokok dari sekuritas jatuh tempo yang dibeli di bawah APP akan berlanjut untuk periode waktu yang lama usai tanggal ketika ECB mulai menaikkan suku bunga utamanya, dan “dalam hal apa pun selama diperlukan,” katanya.

Hal ini modalitas dari operasi refinancing jangka panjang yang ditargetkan secara triwulanan (TLTRO III) “untuk menjaga kondisi pinjaman bank yang menguntungkan, memastikan kelancaran transmisi kebijakan moneter dan lebih jauh mendukung sikap akomodatif kebijakan moneter”, termasuk perpanjangan jatuh tempo dari dua hingga tiga tahun.

Bank Setral Eropa juga mengatakan sistem dua tingkat untuk upah cadangan akan diperkenalkan, di mana bagian dari kepemilikan kelebihan likuiditas bank akan dikecualikan dari tingkat fasilitas deposito negatif, suatu tindakan yang dipandang sebagai respons bank sentral atas kekhawatiran atas dampak dari suku bunga negatif pada bank.

ECB memotong terakhir suku bunga pada Maret 2016, ketika menetapkan suku bunga simpanan minus 0,4 persen.

“Keputusan diambil sebagai balasan atas kelanjutan penurunan inflasi sehubungan dengan tujuan kami,” ujar Presiden ECB Mario Draghi ketika konferensi pers usai pertemuan kebijakan Dewan Gubernur ECB.

Dia juga menyatakan laporan ekonomi yang masuk sejak pertemuan terakhir memperlihatkan “kelemahan yang lebih berlarut-larut dalam ekonomi wilayah euro, bertahannya risiko penurunan yang menonjol dan tekanan inflasi yang diredam.”

Pada Kamis (12/9/2019), Draghi merilis prediksi terbaru bank mengenai pertumbuhan PDB tahunan kawasan euro, dengan proyeksi untuk 2019 dan 2020 direvisi turun menjadi masing-masing 1,1 persen dan 1,2 persen.

https://www.youtube.com/watch?v=VsOFciWqc5g&list=PL3x2Lu77CEwCQg5L9D3v6lBPiDPBVjRoV&index=22

Prediksi inflasi tahunan sudah direvisi turun 1,2 persen pada 2019, 1,0 persen pada 2020 dan 1,5 persen pada 2021.

Draghi mewujudkan paket kebijakan yang sangat dinanti-nantikan sebagai “kuat” tidak hanya dalam jangka pendek namun juga dalam jangka panjang, dan Dewan Gubernur percaya jika kebijakan tersebut akan cukup untuk menjangkar kembali inflasi ke ekspektasi.

Dia juga menegaskan kembali sikap bank untuk lebih banyak kebijakan fiskal mendukung perekonomian wilayah tersebut, jika ada konsensus bulat dalam pertemuan itu bahwa “sudah saatnya kebijakan fiskal mengambil alih.”

Draghi mendesak pemerintah dengan ruang fiskal agar bertindak secara efektif dan tepat waktu, dan di negara-negara di mana utang publik tinggi, pemerintah perlu menempuh kebijakan yang bijaksana untuk menciptakan kondisi agar stabilisator otomatis beroperasi secara bebas, katanya.

Pemangkasan suku bunga, memulai kembali pembelian obligasi dan paket kebijakan untuk mendukung perlambatan ekonomi di zona euro umumnya sejalan dengan ekspektasi pasar.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *