Karena meningkatnya ketegangan pada perdagangan AS-China, serta data ekonomi yang memburuk.Harga emas kembali dalam mode reli pada hari Jumat pekan lalu, naik diatas USD 1.750 per ounce, dengan analis yang mencari keuntungan lebih banyak pada pekan ini.
Melansir dari laman Kitco, Senin (18/5/2020).Ketegangan perdaganagn AS-China telah memasuki babak baru pada akhir pekan setelah Presiden AS Donald Trumo pada hari Kamis telah mengatakan bahwa ia tidak tertarik untuk berbicara dengan Presiden Cina Xi Jinping, sambil menambahkan bahwa ia berpotensi dapat memutuskan hubungan sepenuhnya dengan China.
Ketegangan ini meningkat lebih lanjut pada hari Jumat pekan lalu, ketika pemerintahan Donald Trump mengumumkan bahwa mereka akan memblokir pengiriman semi-konduktor ke Huawei Technologies dari pembuat chip global.
Sebagai tanggapannya, China mengatakan bahwa ia siap untuk menempatkan perusahaan-perusahaan AS pada “Daftar entitas yang tidak dapat diandalkan,” yang diantaranya mencakup Apple, Cisco Systems, dan Qualcomm. China juga mengatakan bahwa ia bisa menangguhkan pembelian pesawat Being Co.
Pakar logam mulia Gainesville Coins, Everett Millman mengatakan “Saya tidak melihat ketegangan itu membaik.Jika ada, semakin lama kita memiliki masalah dengan corona virus,, semakin akan mengingkatkan retorika antara AS dan China”.
Sementara itu, analis pasar FXTM Han Tan mengatakan, untuk harga emas, langkah selanjutnya adalah mencapai level USD 1.800 per ounce, yang sekarang hanya masalah waktu.
“Berbulan-bulan mendatang tetap dengan risiko penurunan dan ancaman dinginnya hubungan AS-China di tengah pandemi global ini hanya akan semakin menghambat selera risiko global,” kata Tan.
“Jalur resistensi emas yang paling rendah tetap ke sisi atas, jadi mencapai pegangan USD 1.800 hanya masalah waktu,” imbuhnya.
Lainnya, kepala strategi pasar Blue Line Futures, Philip Streible mengatakan bahwa target USD 1.800 mungkin bisa terjadi pada pekan ini, jika kita melihat arus keluar lebih lanjut dari dana ekuitas AS.
“Emas sepertinya sudah mulai mendapatkan momentum. Kita harus melihat investor menumpuk,” kata Streible.
Saat ini, Comex emas berjangka Juni diperdagangkan pada USD 1,756.90 naik 2,5 persen pada minggu ini.
Kemudian, terkait dengan data ekonomi yang semakin buruk, ditandai dengan klaim pengangguran terbaru AS menunjukkan 2,98 juta aplikasi lain untuk asuransi pengangguran, yang membawa jumlah total sejak penutupan terkait virus corona (Covid-19) dimulai pada pertengahan Maret menjadi 36,5 juta.
Penjualan ritel AS juga datang dibawah ekspektasi, yakni jatuh 16,4 persen pada April, menandai penurunan paling signifikan dalam catatan.
“Kami terus memantau data ekonomi yang memburuk.Itu harus terus menggiling suku bunga mendekati nol, menyebabkan ekuitas AS melihat kelemahan lebih lanjut dan kami harus terus melihat arus keluar dari dana ekuitas AS dan ke aset safe-haven, khususnya emas,” Streible menjelaskan.
Sumber : Liputan6.com






