
Emas berjangka menguat USD13,40 atau sekitar 0,76 persen menjadi USD1.766,40 per ons pada perdagangan hari Senin waktu setempat (Selasa WIB). Sebelumnya emas telah melonjak sebanyak USD21,9 atau 1,27 persen menjadi USD1.753,00 per ons pada Jumat, 19 Juni.

“Tsunami stimulus datang dari mana-mana, namun hal ini tidak hanya menyebabkan inflasi tetapi juga melukiskan gambaran yang lebih lemah bagi ekonomi dan membuat emas terlihat menarik,” ujar Analis ED&F Man Capital Markets Edward Meir.Emas telah naik hampir sebanyak 16 persen sejauh tahun ini, didukung oleh langkah-langkah stimulus global. Ini karena logam non-yield dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.
Indeks dolar turun sekitar 0,5 persen menjadi 96,60 terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membuat emas lebih murah untuk pemegang mata uang non-AS.
https://www.youtube.com/watch?v=M_SmPNEdXrQ
Lebih dari 9,14 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus korona secara global dan sebanyak 473.031 telah meninggal. Kenaikan emas terjadi meskipun ada peningkatan ekuitas yang didorong oleh data ekonomi menggembirakan dan setelah Presiden AS Donald Trump mencuit bahwa pakta perdagangan AS-Tiongkok sepenuhnya utuh.”Musuh emas terbesar saat ini adalah jika pasar lain menarik perhatian dan modal. Kecuali penutupan yang buruk di bawah kisaran level harga USD1.750 dalam beberapa hari mendatang, tertinggi bulan Oktober 2012 sekitar USD1.800 seharusnya hanya masalah waktu, seminggu, mungkin kurang,” kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO Tai Wong.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik sebesar 16,1 sen atau 0,9 persen, menjadi USD18,063 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD2,7 atau 0,32 persen menjadi USD846,4 per ons.




