Harga Emas Dunia Melemah Ketika Konflik AS-Iran Mereda

Harga Emas Dunia Melemah Ketika Konflik AS-Iran Mereda

Berita terbaru mengenai forex dan komoditasnya – Konflik antara AS-Iran yang sempat memanas mengakibatkan investor berpindah komoditas yaitu emas. Dimana pada perdagangan Rabu lalu (8/1/2020), harga emas dunia sempat mengalami antiklimaks.

Hal ini dikarenakan di awal perdagangan, harga emas ini meluncur 2,35% ke level US$ 1,610,9/troy ons yang merupakan harga emas tertinggi sejak Maret 2013.

Namun pada akhir perdagangan Rabu itu, harga emas mengalami pelemahan 1,15% ke US$ 1.555,71/troy ons yang mengutip data Refinitiv. Dimana pelemahan emas masih berlanjut pada Kamis kemarin (9/1/2020) pukul 14:20 WIB, harga emas ini 0,64% ke level US$ 1.545.77/troy ons.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Setelah Iran menyerang setidaknya dua pangkalan militer AS di Irak dengan rudal sehingga emas menguat tajam emas di awal perdagangan.

Pada selasa pekan ini (7/1/2020), Iran dikatakan mempunyai 13 skenario balas dendam kepada AS yang sudah membunuh Jenderal Quds Force, pasukan elite Iran yaitu Qassim Soleimani lewat serangan pesawat tanpa awak di Bandara Baghdad.

Jenderal Soleimani yaitu tokoh penting nomor dua di Iran dan dikenal sebagai tokoh revolusioner. Kurang dari 24 jam usai ancaman tersebut, Iran benar-benar melakukan balas dendam.

Hal tersebut membuat pelaku pasar dibuat cemas akan risiko terjadinya perang yang lebih besar ditambah Presiden AS yaitu Donald Trump, sebelumnya mengatakan akan melakukan serangan di 52 wilayah Iran jika Pemerintah Teheran melakukan balas dendam atas tewasnya Jendral Soleimani.

Namun, nyatanya sikap Trump malah melunak. Pada pidatonya pada Rabu pagi waktu setempat Trump mengatakan Iran “sepertinya mundur” usai melakukan serangan tersebut.

Dia juga menyatakan akan mengenakan sanksi ekonomi ke Teheran. Hal tersebut menunjukkan Presiden AS ke-45 ini tidak akan menggunakan kekuatan militer, yang membuat sentimen pelaku pasar kembali membaik.

Trump ini juga mengatakan membuka kesempatan untukbernegosiasi dengan Iran. “Kita semua harus bekerja sama untuk mencapai kesepakatan dengan Iran yang membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman dan damai” yang dilansir dalam sebuah sumber.

Pelaku pasar merasa lega oleh pidato tersebut, kemungkinan terjadinya perang kedua negara mengecil, dan aset-aset berisiko kembali cerah. Dimana emas yang mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir membuatnya diterpa aksi ambil untung (profit taking) yang harganya pun berbalik melemah.

Pada perdagangan Kamis kemarin, emas masih melamah, maklum saja, sejak awal tahun, kenaikan emas begitu cepat. Dalam 5 hari perdagangan, hingga Rabu lalu, ketika mencapai level US$ 1.610,9 emas menguat lebih dari 6%. Dengan ketegangan AS vs Iran yang mulai mereda tentunya banyak pelaku pasar yang mencairkan keuntungan.

Sekarang emas memasuki fase koreksi, yang bisa berlangsung dalam beberapa hari ke depan, mengingat pada 15 Januari nanti AS dan China akan menandatangani kesepakatan dagang fase I. Namun untuk jangka panjang, peluang emas untuk kembali menguat masih terbuka.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 10 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini