Harga Emas Flat Ditengah Ganasnya Virus Corona

Harga Emas Flat Ditengah Ganasnya Virus Corona

Harga komoditas emas global di pasar spot nyaris tak bergerak karena diwarnai oleh sentimen pasar yang tak karuan. Selain tentang kasus merebaknya virus Corona, kini pasar kembali fokus terhadap hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Virus Corona masih menjadi hantu yang membayangi pasar. Jumlah orang yang terjangkiti virus corona semakin banyak setiap harinya. Terakhir, data John Hopkins CSSE menunjukkan bahwa sudah ada sekitar 31.393 kasus sampai hari ini.


Kasus terbanyak dilaporkan di China dengan total sebanyak 31.127 kasus. Sebanyak 266 kasus lainnya dilaporkan di 27 negara lainnya. Korban tewas akibat virus tersebut sudah mencapai 638 orang. Dua kasus kematian dilaporkan di luar China, satu di Hong Kong dan satu lainnya di Filipina.

Kasus yang terus berkembang dan bisa memukul perekonomian China ini ternyata tak banyak mengangkat harga emas. Pada hari Jum’at padi, 7 Februari 2020 harga emas malah cenderung flat. Data Refinitiv juga menunjukkan, harga emas di pasar spot berada di level US$ 1.567/troy ons, naik sekitar  0,03%.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Setelah bank sentral China ( PBOC ) menyuntikkan dana segar sebesar US$ 178 miliar ke pasar melalui transaksi reverse repo pada Senin lalu, 3 Februari 2020, kini giliran China memangkas tarif yang dikenakan untuk berbagai produk Amerika Serikat senilai US$ 75 miliar.

Hal ini membuat para pelaku pasar kembali menyorot poros Washington-Beijing setelah sebulan ini disibukkan dengan isu virus Corona. China dikabarkan akan memangkas tarif impor di beberapa produk asal AS menjadi setengahnya.

Beberapa produk yang dikenakan tarif sebesar 10% akan dipangkas menjadi 5%, sementara beberapa barang lain yang kena tarif masuk 5% dipangkas menjadi 2,5%. Sumber melaporkan hal ini dilakukan China untuk “memajukan hubungan dagang AS-China yang sehat dan stabil”.

Hal ini disampaikan oleh kementerian keuangan China kemarin. Pemangkasan tarif ini mulai efektif diterapkan pada tanggal 14 Februari nanti pukul 1.01 pm, tetapi tidak diketahui waktu tersebut mengacu ke zona waktu yang mana, melansir sumber.

Untuk pemangkasan tarif selanjutnya China masih akan melihat perkembangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China.

https://www.youtube.com/watch?v=fEIvgry-smY

“Siapa yang tahu motivasi pastinya, saya rasa masuk akal, saat ini mereka dalam keadaan tertekan (ekonominya). Namun saya pikir perkembangan ini disambut baik, seperti diketahui bersama ada keinginan untuk maju ke kesepakatan dagang fase lanjut” ujar Kingsley Jones, Chief Investment Jevons Global.

Kabar ini semakin menunjukkan bahwa hubungan AS dan China yang semakin membaik. Bisa saja upaya pemangkasan tarif ini adalah awal dari pencabutan seluruh tarif yang selama ini jadi senjata saling hambat perdagangan dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Pasalnya pada Rabu, 5 Februari 2020 lalu Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa kesepakatan fase dua nanti berpotensi menyertakan pelonggaran tarif sebagai bagian dari kesepakatan.

Jika keduanya semakin bulat untuk mengakhiri perseteruan, maka perekonomian global yang sempat kena turbulensi akibat konflik bilateral keduanya akan kembali berjalan normal.

Selera pelaku pasar terhadap risiko pun kembali, dan aset-aset minim risiko seperti emas bisa di jual. Namun harga emas tak langsung anjlok mengingat hantu virus Corona masih membayangi dan berpotensi kembali memukul perekonomian.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *