Harga emas naik pada hari Senin (15/6) dikarenakan dolar Amerika Serikat (AS) kian melemah, dan juga kehawatiran gelombang kedua Virus Corona (Covid-19) di Beijing menjadi alasan pendorong bagi para investor untuk mencari logam safe-haven.
Mengutip Reuters, pada pukul 8.18 WIB, harga emas spot naik sebesar 0,2% pada US$ 1.733,45 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) naik sebesar 0,2% menjadi US$ 1.740,90 per ons troi.
Seperti kita ketahui, bahwa pekan lalu harga emas mencatat kenaikan persentase mingguan terbesar sejak bulan April.
Setelah berminggu-minggu hampir tidak ada kasus baru infeksi virus corona (Covid-19), China justru mencatat lusinan kasus baru dalam beberapa hari terakhir ini. Semua kasus baru virus corona (Covid-19) terkait dengan pasar grosir utama makanan, meningkatkan kekhawatiran tentang kebangkitan penyakit Covid-19 ini.
Kasus virus baru corona juga tercatat menyapu lebih banyak negara bagian Ameriks Serikat (AS), termasuk Florida dan juga Texas.
Federal Reserve (The Fed) memperkirakan anggaran negara dan neraca bisnis akan menderita “kerapuhan yang terus-menerus” sebagai akibat goncangan aktivitas ekonomi yang timbul dari pandemi, bank sentral mengatakan dalam sebuah laporan kepada Kongres pada hari Jumat.
SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikannya naik sebesar 0,1% menjadi 1.136,22 ton pada hari Jumat.
Di sisi lain, harga palladium stabil di US$ 1.917,90 per ons, sementara perak naik sebesar 0,4% menjadi US$ 17,52 dan platinum naik sebesar 0,8% menjadi US$ 812,20.
Sumber : Kontan.co.id





