Dikarenakan para investor yang tetap merasa khawatir tentang kemungkinan perlambatan ekonomi global setelah peningkatan kasus virus corona baru di Amerika Serikat (AS) dan China, harga emas kembali stabil pada perdagangan Kamis (18/6/2020).
Namun, penguatan harga emas ini akhirnya dibatasi oleh keperkasaan dolar AS.
Mengutip Reuters, Kamis (18/6), pukul 08.30 WIB harga emas spot stabil di US$ 1.726,69 per ons troi. Hal yang sama terjadi pada harga emas berjangka AS yang masih betah di level US$ 1.736 per ons troi.
Sebenarnya, sentimen utama yang dapat mengangkat harga ini datang setelah pemerintah Beijing membatalkan sejumlah penerbangan, menutup sekolah dan memblokir beberapa wilayah dengan tujuan untuk meredam penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) di wilayah Ibu Kota China.
Beijing mengkonfirmasi sebanyak 21 kasus baru Virus Corona (Covid-19) ini pada hari Rabu (17/6/2020).
Hal yang sama juga terjadi di AS. Hanya beberapa hari sebelum kampanye Presiden Donald Trump di Tulsa, kasus virus corona baru melonjak di Oklahoma, Texas, Arizona, dan wilayah lainnya yang berada di selatan AS.
Lonjakan ini memperlihatkan adanya prospek penguncian wilayah kembali. Alhasil, aset berisiko kembali ditinggalkan investor yang kembali memburu aset lindung nilai seperti emas.
Namun, di saat yang sama, kenaikan dolar AS membatasi kenaikan emas karena indeks dolar menguat terhadap para pesaingnya. Ini membuat emas dihargai lebih mahal.
Sejumlah negara pun masih berupaya melakukan pelonggaran kebijakan guna mendorong ekonomi. Seperti yang dilakukan Bank of England (BoE) yang diperkirakan akan mengumumkan kenaikan setidaknya £ 100 miliar (US$ 125 miliar) dalam bentuknya program pembelian obligasi.
Sumber : Kontan.co.id





