Sebelumnya bank investasi asal Amerika Serikat, Goldman Sachs, memprediksi harga emas bisa tembus kisaran level harga USD 2.300 per troy ounce. Di sisi lain, Goldman melihat terlalu berisiko untuk memegang Dolar Amerika Serikat (USD) dalam situasi seperti ini sebagai instrumen investasi. Alasannya, ada potensi inflasi besar-besaran di Amerika Serikat dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, ketidakpastian politik dan sosial, dan gelombang kedua wabah virus corona di negara Amerika Serikat.