Hasil Sementara Pemilu Inggris Dorong Poundsterling ke Level Tertinggi 18 Bulan

Hasil Sementara Pemilu Inggris Dorong Poundsterling ke Level Tertinggi 18 Bulan

Hasil dugaan sementara televisi di Inggris menunjukkan bahwa mayoritas suara didapat oleh partai Konservatif dengan jumlah suara sebanyak 110 kursi besar, yang melampaui semua hasil dugaan sebelumnya. Jika data suara ini dikonfirmasi, itu akan memungkinkan Boris Johnson untuk melanjutkan sebagai perdana menteri, sehingga akan meredam Brexiteers yang keras.

Menanggapi berita diatas, mata uang Inggris Poundsterling (GBP) melambung cukup tinggi di awal perdagangan pasar valuta asing sesi Asia hari Jumat, 13 Desember 2019 hingga mencapai level tertinggi sejak bulan Juni 2018 atau 18 bulan.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Pada perdagangan sebelumnya Poundsterling Inggris (GBP) ini sempat melemah karena menguatnya posisi Dolar Amerika Serikat (USD) yang menanggapi postingan twitter dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait kesepakatan perdagangan besar dengan China.

Poundsterling Inggris dalam pasangan mata uang GBPUSD kini berada di kisaran level harga 1.3472 atau mengalami penguatan sebesar 2,07% dari perdagangan sebelumnya yang sempat tergelincri ke level terendah sepekan pada kisaran level harga 1.3049. Pada awal sesi, pasangan mata uang tersebut sempat melambung ke level tertinggi 1.3513.

Sebelumnya Poundsterling (GBP) pernah terperosok di bawah $1,20 pada awal bulan September setelah Perdana Menteri Boris Johnson kehilangan mayoritas kerjanya di Parlemen, Poundsterling (GBP) telah pulih sekitar 10% dari nilainya untuk diperdagangkan di atas $1,32 ketika para pemilih menuju ke tempat pemungutan suara pada hari Kamis, dengan dugaan akhir YouGov yang menunjukkan mayoritas 28 kursi untuk partai yang berkuasa.

https://www.youtube.com/watch?v=D3FwiMcRzo4

Pemulihan dimulai ketika Boris Johnson menyetujui kesepakatan Brexit baru dengan Uni Eropa (UE) pada tanggal 17 Oktober. Pergerakan Poundsterling (GBP) yang positif menjelang pemilu menunjukkan bahwa pasar berharap untuk kepastian dalam hal mayoritas Konservatif, yang berarti Boris Johnson kemungkinan akan memimpin Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) pada perjanjian penarikan sebelum batas waktu yakni tanggal 31 Januari mendatang.

Diluar dari pemilihan umum di Inggris, Dolar Amerika Serikat (USD) menurun dari posisi bullish yang dicapai perdagangan sebelumnya. Dolar Amerika Serikat (USD) hanya menguat terhadap mata uang Swissfranc (CHF) dan safe haven Yen Jepang (JPY).

 

KELAS EDUKASI GRATIS DIDIMAX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *