Indikator merupakan bagian terpenting dalam sebuah transaksi trading forex, karena tanpa indikator maka proses untuk bertransaksi tidak akan bisa dilakukan karena indikator juga menjadi acuan utama untuk para trader apakah ingin melakukan transaksi jual ataupun beli. Akan tetapi setiap trader pasti memiliki beberapa indikator yang di pakai karena tergantung kenyamanan dalam menganalisa suatu mata uang ataupun komoditi.
Disisi lain untuk kalian yang masih pemula dalam dunia trading forex pasti kalian kebingungan ingin memakai indikator apa saja, berikut penjelasan indikator apa saja yang sering di gunakan para trading dalam menganalisa suatuy mata uang dalam trading forex.
1. Moving Averages
Moving Average merupakan salah satu indikator favorite para trader dalam bertransaksi karena hanya dengan MA yang pakai makapara trader sudah bisa dengan jelas mengetahui trend apa yang sedang terjadi pada pair atau mata uang tersebut sebelum melakukan open posisi transaksi. Seperti MA yang di gunakan pada gambar di bawah ini yakni MA 14 (Merah) dan MA 34 (Kuning).
2. MACD (Moving Averages Convergence Divergence)
Moving Averages Convergence Divergence adalah salah satu turunan Moving Average yang kegunaannya sama dengan MA biasa yakni untuk menentukan trend sedang naik ataupun turun diliat dari dominan warna yang di gujnakan untuk MACD seperti gambar di bawah ini.
3. RSI (Relative Strength Index)
Indikator RSI digunakan untuk menentukan kondisi overbought (Jenuh beli) atau oversold (Jenuh jual) pada waktu trend sedang terjadi. Skala RSI dimulai dari range 0 sampai 100, di mana saat garis menyentuh skala 70 ke atas maka bisa disimpulkan kondisi pasar sudah overbought. Sebaliknya, saat garis menyentuh skala 30 ke bawah maka pasar dalam kondisi oversold.
4. OBV (On Balance Volume)
On Balance Volume merupakan acuan untuk kondisi pasar saat ini. Kenaikan harga pasar akan diikuti oleh naiknya On Balance Volume (OBV), sedangkan penurunan harga pasar akan diikuti oleh turunnya OBV. Tentu saja kondisi pasar tidak selalu ideal, maka dari itu bila garis OBV merangkak naik namun harga pasar masih stagnan, ada kemungkinan besar harga pasar akan mengikuti OBV. Begitu juga saat harga naik tapi OBV menunjukkan penurunan atau stagnasi, bisa jadi harga pasar telah mendekati puncak.
Setelah kalian melihat penjelasan mengenai indikator apa saja yang di gunakan para trader, maka kalian setidaknya akan mengetahui bagaimana menganalisa sebuah pair sebelum anda bertransaksi dengan menggunakan beberapa indikator-indikator tersebut di atas.
PROFIT KONSISTEN DIDIMAX.










