Metode Management Modal memiliki berbagai variasi, dua diantaranya adalah “add winning” dan “add losing”. Add winning, atau menambah pada posisi untung, bisa dilakukan dengan menggunakan asumsi penggandaan naik (doubling up), seperti Pyramiding ataupun dengan metode Anti Martingale. Sedangkan add losing, atau menambah pada posisi rugi, akan masuk dalam dua kategori management modal: menggunakan prinsip penggandaan menurun (doubling down) seperti Martingale, atau menerapkan Averaging.
Martingale
Dalam dunia management modal trading, Martingale dapat diartikan sebagai proses dalam mendapatkan keuntungan sekaligus menutup kerugian melalui penggandaan modal. Setiap kali nilai management modal kita menurun, ukuran transaksi yang dilakukan setelahnya akan ditingkatkan. Dengan kata lain, management modal Martingale memilki karakter dasar: resiko meningkat sesuai dengan bertambahnya kerugian. Apabila seorang trader mengalami kerugian dalam suatu transaksi berukuran 1 lot, maka lot dalam transaksi kedua harus diperbesar, dalam hal ini menjadi 2 lot. Jika transaksi kedua gagal lagi, maka lot yang dibuka di transaksi ketiga adalah dua kali lipat transaksi kedua (4 lot). Berikut ini contohnya :
Tabel di atas menjelaskan contoh dimana anda membeli 1 lot EUR/USD pada harga 1.2960 dan menggandakan jumlah lot pada setiap penurunan 30 pip (2 lot pada level 1.2930, 4 lot pada 1.2900 dan seterusnya). Sehingga pada transaksi keenam, jumlah total lot akan menjadi 63 lot dengan harga rata-rata 1.2839. Metode management modal Martingale hanya membutuhkan sekali menang untuk menutupi kerugian-kerugian dari posisi trading sebelumnya sekaligus meraup keuntungan.
Jika ternyata untung, maka profit akan berlipat-lipat. Apabila lima transaksi sebelumnya rugi, maka dapat ditutupi dengan keuntungan dari transaksi keenam. Resikonya terletak pada jumlah modal yang terbatas, sehingga Anda tidak bisa terus menerus melipatgandakan lot selama harga di chart belum mencapai target. Jika hingga transaksi keenam ternyata masih gagal juga, padahal persediaan modal anda sudah menipis, maka Anda beresiko terkena margin call dan mengalami kerugian luar biasa besar. Dengan kondisi seperti itu, maka seorang trader harus selalu berhati-hati dalam memainkan strategi martingale. Tren market dapat menghabiskan equity yang anda miliki, sehingga perlu ada batasan jumlah transaksi. Sistem Martingale seperti ini adalah yang paling populer dan telah banyak diadopsi oleh Automatic Trading System/Expert Advisor (robot).
Anti Martingale
Metode manajemen model ini kontras dengan Martingale. Anti Martingale berarti tidak akan menggandakan posisi saat kita mengalami kerugian, karena penambahan transaksi hanya akan dilakukan jika posisi dalam keadaan profit. Jadi, resiko manajemen modal akan ditingkatkan sesuai dengan penambahan keuntungan.
Tujuannya adalah agar perolehan keuntungan yang dicapai semakin tinggi. Metode anti martingale memiliki keunggulan dalam menciptakan keuntungan yang menggelinding makin lama makin besar, layaknya bola salju. Semakin jauh perjalanannya, maka akan semakin besar pula keuntungan yang diraih. Namun sangat penting untuk membatasi jumlah dalam transaksi, karena kegagalan satu trade dapat mengakibatkan kerugian yang besar pula.
Cost Averaging
Definisi metode ini yang paling mudah ialah “menambah pada posisi rugi”. Sekilas, metode management modal ini memiliki mirip dengan Martingale, karena keduanya menitik beratkan penambahan ukuran trading di saat posisi sebelumnya merugi. Namun dalam averaging, trader tidak menggandakan jumlah lot yang diperdagangkan di transaksi kedua dan seterusnya. Dalam transaksi-transaksi berikutnya, trader membuka lot dengan jumlah sama persis dengan transaksi pertama.
Pyramid Sistem
management modal Pyramid ialah kebalikan dari metode Cost Averaging, yakni “menambah disaat posisi untung”. Management modal seorang trader akan mengalokasikan dananya sebesar $10,000 untuk trading EUR/USD, dan membeli 2 lot disaat harga 1.2900, dan akan kembali membeli 2 lot jika harga Euro mencapai 1.3000, dan seterusnya. Dari teknik tersebut, maka trader hanya membutuhkan 5 kali transaksi dengan trend bergerak 400 poin untuk membuat return 200%.
Fixed Fractional Position Sizing
Management modal jenis ini beserta variasinya merupakan metode yang paling direkomendasikan oleh para trader profesional dan disadari atau tidak, kita telah menggunakan metode manajemen modal ini sejak lama. Secara sederhana, management modal Fixed Fractional adalah penentuan ukuran posisi secara tetap (fixed), berdasarkan persentase management modal tertentu dari jumlah modal.
Manajemen modal ini mengalokasikan resiko sesuai dengan persentase yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu 5 persen, sehingga 95 persen sisanya bisa menjadi margin untuk mencegah modal tersapu bersih dalam sekejap.
Ikuti edukasi dan bimbingan trading forex gratis, hanya siapkan modal trading nya saja. Klik gambar berikut untuk daftar :
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi via Whatsapp +62 821-1308-0153 atau klik gambar berikut :









