Kemilau Emas Dunia Dikikis Keperkasaan Dolar AS

Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena penguatan dolar Amerika Serikat (USD). Tidak hanya itu, menguatnya sebagian besar indeks pasar saham di seluruh dunia menambah tekanan tambahan pada logam mulia.Mengutip Xinhua, Kamis, 20 Agustus 2020, kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember turun USD42,8 atau 2,13 persen menjadi USD1.970,3 per ons. Indeks dolar AS naik 0,5 persen pada penutupan perdagangan emas pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), memberikan tekanan ekstensif pada logam mulia tersebut.

Investor menghabiskan sesi dengan penuh semangat menunggu rilis risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal di Juli. Analis percaya the Fed kemungkinan telah memberi isyarat kepada Kongres selama pertemuan ini terkait kekuatan mereka untuk merangsang ekonomi dan tingkat pekerjaan termasuk bagaimana legislatif harus mengambil tindakan.

Prospek keseluruhan untuk emas tetap bullish karena investor mengkhawatirkan langkah-langkah mendorong inflasi yang diambil oleh bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia sebagai reaksi terhadap dampak ekonomi dari wabah covid-19. Sedangkan kekhawatiran tambahan mengenai potensi gelombang kedua pandemi dimulai pada musim gugur.

EDUKASI DAN BIMBINGAN TRADING FOREX, PELATIHAN TRADING FOREX, PUSAT EDUKASI TRADING FOREX, TEMPAT BELAJAR TRADING FOREX, KURSUS TRADING FOREX, KOMUNITAS TRADING FOREX TERBAIK DI INDONESIA

Adapun perak untuk pengiriman September turun 73,5 sen atau 2,62 persen menjadi USD27,34 per ons. Sedangkan patinum untuk pengiriman Oktober turun sebanyak USD19,1 atau 1,96 persen menjadi USD956,3 per ons.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve pada Juli menunjukkan kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS. Hal itu sejalan dengan terus naiknya kasus infeksi covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 85,19 poin atau 0,31 persen menjadi 27.692,88. Sedangkan indeks S&P 500 turun 14,93 poin atau 0,44 persen menjadi 3.374,85. Indeks Komposit Nasdaq turun 64,38 poin atau 0,57 persen menjadi 11.146,46.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor real estat turun 2,02 persen, memimpin kerugian. Di sisi korporasi, saham Target melonjak sebanyak 12,65 persen setelah raksasa ritel AS itu melaporkan hasil kuartalan melampaui ekspektasi Wall Street.

Apple mencapai kapitalisasi pasar USD2 triliun di awal sesi untuk menjadi perusahaan publik AS pertama yang mencapai raihan tersebut. Namun, kapitalisasi pasarnya turun di bawah angka USD2 triliun pada penutupan usai sahamnya naik atau kenaikan moderat 0,13 persen, termasuk tertinggi intraday.

Sumber : medcom.id

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini