Komentar Trump Mendorong GBPJPY Menguat Ke Level Tertinggi Bulanan

Komentar Trump Mendorong GBPJPY Menguat Ke Level Tertinggi Bulanan

Permintaan mata uang Poundsterling Inggris (GBP) mengalami kenaikan saat perdagangan pasar valuta asing sesi Asia berlangsung di hari Kamis, 09 April 2020. Pasangan mata uang GBPJPY mampu menguat walaupun masih ada kekhawatiran karena serangan virus Corona yang memburuk di Inggris. Saat ini pasangan mata uang GBPJPY mampu mengalami kenaikan menuju ke level harga 135,30 atau mengalami kenaikan sekitar 0,40%.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Sentimen risiko global tampak terhibur oleh komentar yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump mengatakan bahwa harus ada restorasi kegiatan perekonomian yang bertahap untuk mengurangi tekanan ekonomi yang sampai saat ini terus membebani. Nada risiko yang lebih kuat juga terlihat pada kenaikan imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat dalam waktu 10 tahun. Sayangnya pergerakan saham Asia seperti Nikkei Jepang tampak gagal memanfaatkan pemulihan risiko global yang saat ini turun sekitar 0,30%.

Sepertinya penyebab Poundsterling Inggris (GBP) mengalami kenaikan terhadap Yen Jepang (JPY) saat ini adalah karena komentar negatif yang disampaikan oleh Gubernur Bank of Japan (BoJ), Haruhiko Kuroda. Dia mengatakan bahwa siap untuk melakukan pelonggaran kebijakan yang lebih besar lagi. Selain itu, ketidakpastian ekonomi Jepang akibat pandemi virus Corona juga telah menyebabkan Yen Jepang (JPY) melemah.

https://www.youtube.com/watch?v=tCYlJbyFHfk

Untuk kondisi terbaru dari Perdana Menteri Ingrris Boris Johnson dilaporkan telah mengalami banyak perkembangan. Perdana Menteri Boris Johnson diberitakan sudah cukup stabil namun masih dirawat di ruang ICU. Namun sayangnya data mengenai kasus virus Corona di Inggris yang terus melonjak menyebabkan kenaikan Poundsterling Inggris (GBP) saat ini tidak akan bertahan lama.

Para pelaku pasar di sekitar pasangan mata uang GBPJPY hari ini akan fokus pada rilis data utama dari Inggris saat sesi perdagangan Eropa berlangsung nanti siang. Beberapa data akan diperhatikan seperti data produksi manufaktur, produksi industri dan juga Product Domestik Bruto Bulanan dari Inggris pada periode bulan Februari. Selain itu, data pembaruan terkait wabah virus Corona di seluruh dunia dan Inggris juga akan menjadi penggerak sentimen risiko kedepan.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

 

 

 

Sumber : Inforexnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *