Likuiditas Pasar Forex Asia Rendah Yen

Likuiditas Pasar Forex Asia Rendah, Yen Bisa Kembali Menguat

Likuiditas di perdagangan valutas asing atau forex di sesi Asia diperkirakan masih rendah sampai satu minggu ke depan akibat liburnya pasar Jepang yang merayakan penobatan Putra Mahkota Naruhito hingga tanggal 6 Mei mendatang.

Di saat likuiditas yang rendah, pergerakan di pasar forex bisa menjadi lebih besar dari biasanya, dan mata uang Yen Jepang (JPY) tampak berpeluang menguat terhadap mata uang utama (mayor) lainnya.

Dilansir dari Bloomberg, data dari Tokyo Financial Inc. menunjukkan bahwa posisi beli bersih atau net long mata uang Yen Jepang (JPY) mencapai 208,613 kontrak atau senilai US$ 2,09 miliar sebelum pasar Jepang libur pada tanggal 26 April lalu.

Pasar Jepang baru akan kembali buka pada hari Selasa tanggal 7 Mei mendatang.

Pada pukul 8:53 WIB, mata uang Yen Jepang (JPY) diperdagangkan di kisaran 111,55/US$, tampak menguat dibandingkan saat penutupan di hari Senin kemarin yakni di level 111,63/US$. Mata uang Yen Jepang (JPY) tampak semakin diuntungkan setelah rilis data aktivitas manufaktur China yang kurang bagus.

Survei aktivitas manufaktur dilakukan terhadap manajer pembelian sehingga disebut juga sebagai  Purchasing Manager Index (PMI).

https://www.youtube.com/watch?v=XapRPmutxRY

Pada bulan April, aktivitas manufatur PMI China menunjukkan angka 50,1 lebih rendah dari bulan Maret yaitu sebesar 50,5 sekaligus mematahkan perkiraan kenaikan di Forex Factory sebesar 50,7.

Survei ini menggunakan angka 50 sebagai tolak ukur ekspansi dan kontraksi. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi bisnis, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi bisnis yang berarti buruk.

Data yang sama juga ditunjukkan oleh Caixin yang melakukan survei dengan sampel yang lebih kecil. Angka manufaktur PMI Caixin dirilis sebesar 50,2 lebih kecil dibandingkan bulan Maret sebesar 50,8. Sementara perkiraan di Forex Factory sebesar 51,0.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

Kedua data tersebut menunjukkan melemahnya ekspansi manufaktur di Negeri Panda tersebut, bahkan hampir mendekati kontraksi, padahal baru di bulan Maret lalu sektor pengolahan ini berhasil meningkat ke angka 50.

Data-data ekonomi dari China kerap kali berdampak pada pergerakan bursa saham global. Hal ini dikarenakan China merupakan negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua setelah Amerika Serikat, sehingga kondisi ekonomi di negara tersebut dapat berpengaruh terhadap negara-negara lainnya.

Bursa saham Asia juga berada di zona merah setelah rilis data ini, jika sepanjang perdagangan terus menerus seperti itu, juga diikuti oleh bursa Eropa dan AS, maka besar kemungkinan mata uang Yen Jepang akan menguat (USD/JPY bergerak turun) pada perdagangan di hari Selasa tanggal 30 April 2019.

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *