Berita forex hari ini datang dari May Janji Mundur dari Posisinya Pada Akhir Juni Jika RUU Brexit Disetujui. Akan tetapi, sekutu di partainya mendesak bahwa ia harus tetap hengkang dari pemerintahan jika usulannya terkait syarat Brexit ditolak untuk yang keempat kalinya.
Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengungkapkan bahwa ia sedang mempersiapkan diri untuk lengser dari jabatannya pada akhir Juni mendatang. Ia akan melepas posisinya sebagai Perdana Menteri Inggris jika usul persyaratan pengunduran diri negaranya dari Uni Eropa (Brexit) disetujui oleh parlemen.
“Perdana Menteri Theresa May memutuskan untuk menjamin kepastian pengunduran di kita (Inggris) dari Uni Eropa,” ujar Ketua Komite 1922 Partai Konservatif, Graham Brady, seperti dilansir Reuters, Jumat, 17 Mei 2019.
Theresa May memang menjanjikan bahwa ia akan melepas posisinya sebagai Perdana Menteri Inggris jika usulannya terkait persyaratan Brexit disetujui. Namun, sekutu di partainya mendesak dia harus tetap hengkang dari pemerintahan jika usulannya terkait syarat Brexit ditolak untuk yang keempat kalinya.
Pemerintah Inggris menyatakan para anggota legislatif di parlemen baru bisa membahas dan melakukan voting terkait Rancangan Undang-Undang Persetujuan Pengunduran Diri dari Uni Eropa pada tanggal 3 Juni mendatang.
“Saya dan Theresa May telah setuju akan bertemu menjelang pembahasan RUU untuk menetapkan waktu pemilihan umum untuk memilih penggantinya,” kata Brady.
Saat menggelar jajak pendapat terkait keanggotaan di Uni Eropa pada tahun 2016, mayoritas warga Inggris memilih untuk hengkang dari blok itu. Penduduk yang menginginkan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (EU) mencapai 52 persen, sedangkan yang menolak sebanyak 48 persen.
Akan tetapi, Theresa May yang menggantikan David Cameron karena mengundurkan diri lantas terperangkap dalam pusaran kemelut terkait permasalahan Brexit yang berlarut-larut dengan parlemen. Kondisi itu membuat para penduduk Inggris dan Uni Eropa meragukan keputusan Inggris untuk benar-benar hengkang dari blok itu.
Bahkan usulan RUU Brexit yang diajukan oleh Theresa May sudah tiga kali ditolak oleh parlemen. Sekutu Theresa May di Partai Konservatif, Boris Johnson, menyatakan bahwa ia sudah siap maju sebagai kandidat untuk menggantikan Theresa May.
Uni Eropa (UE) menyatakan bahwa akan mengabulkan permohonan Inggris untuk meminta perpanjangan waktu terkait keputusan untuk keluar dari blok itu (Brexit) hingga tanggal 31 Oktober mendatang.
Mereka memberikan waktu selama enam bulan lamanya supaya pemerintah dan parlemen Inggris bisa mengambil keputusan apakah akan keluar dengan atau tanpa kesepakatan (deal or no deal), atau malah batal sama sekali.
Selama ini, kubu pemerintah dan oposisi di Inggris masih belum mendapatkan titik terang terkait kesepakatan yang harus dicapai dengan Uni Eropa sebelum Inggris benar-benar hengkang.
Theresa May ingin Inggris tetap memiliki hubungan dagang dengan Uni Eropa, sementara pihak oposisi memaksa agar negara mereka (Inggris) benar-benar memutus hubungan dengan blok tersebut.
Jika referendum baru benar-benar digelar, maka rakyat Inggris akan kembali memilih apakah mereka ingin keluar dari Uni Eropa atau tidak.
didimaxforex.com