Menanti Kebijakan The Fed, Dolar AS Melemah

Pada perdagangan pasar valuta asing Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa, dilansir dari economy.okezone.com karena investor menanti pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang kebijakan bank sentral AS. Sementara itu, data bisnis di Jerman mulai menunjukkan peningkatan.

Fokus utama pada pergerakan dolar minggu ini adalah The Fed memberi sinyal bahwa bank sentral akan menggeser target inflasi. Ini memungkinkan inflasi naik lebih tinggi sehingga menjadi sentimen negatif bagi dolar.

“Pembicaraan yang paling diantisipasi adalah pidato Ketua Powell pada hari Kamis. Harapannya mungkin ada perubahan dalam seberapa besar keinginan Fed untuk mentolerir inflasi yang lebih tinggi di masa depan,” Pedagang Senior FX Silicon Valley Bank Minh Trang, dilansir dari CNBC, Rabu (26/8/2020).

Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang pun turun 0,29% menjadi 93,01. Euro naik 0,41% menjadi USD1,1835.

Sementara itu, menguatnya Euro didukung iklim bisnis Jerman yang naik lebih dari harapan pada Agustus. Industri manufaktur dan jasa meningkat, sehingga menjadi harapan ekonomi Eropa akan pulih dari guncangan pandemi virus corona.

Dolar juga melemah terhadap mata uang berisiko, tetapi menguat terhadap safe-haven seperti yen Jepang setelah Amerika Serikat dan China masih berkomitmen pada kesepakatan perdagangan Fase Satu.

Dolar Australia naik 0,49% menjadi USD0,7196. Greenback naik 0,36% terhadap yen menjadi 106,35 yen.

Sumber: www.investing.com

PROFIT KONSISTEN DIDIMAX.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini