Minyak Melonjak Jelang Rapat Saudi-Rusia dan AS Tak Minat Gabung

Harga Minyak Melonjak 3% Imbas Meredanya Virus Korona : Okezone ...

OPEC dan Rusia akan kembali berunding pada Kamis (09/04) terkait pemotongan produksi minyak masing-masing pihak. Tapi upaya keduanya untuk mengatasi jatuhnya harga minyak akibat pandemi covid-19 telah dipersulit oleh sikap saling bermusuhan dan juga Amerika Serikat tampak enggan menyatakan bergabung dengan tindakan itu.

Permintaan bahan bakar global telah anjlok sebanyak 30% akibat kebijakan karantina wilayah menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (09/04). Kebijakan ini telah membekukan rute jalur penerbangan sehingga mengandangkan pesawat-pesawat, penggunaan kendaraan berkurang dan juga kegiatan ekonomi turun. Harga minyak mentah telah anjlok di bawah biaya produksi yang dikeluarkan banyak produsen, termasuk industri minyak serpih AS yang tengah jaya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu kesepakatan yang dimediasinya antara pemimpin OPEC Arab Saudi dan Rusia dapat mendorong pengurangan sebanyak 10-15 juta barel per hari atau 10-15% dari pasokan global.

Riyadh dan Moskow telah mengisyaratkan setuju untuk mengurangi produksi yang besar. Namun ini masih akan tergantung pada tindakan Amerika Serikat dan negara-negara lainnya di luar kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ tersebut.

Pemerintahan AS tampaknya tidak menunjukkan keinginan untuk mengurangi pasokan domestik. Departemen Energi AS mengungkapkan pandangan itu minggu ini dengan mengatakan produksi minyak negara sudah jatuh tanpa tindakan pemerintah.

Pertemuan OPEC+ pada Kamis ini melalui konferensi video akan dilanjutkan pertemuan para menteri energi dari negara G20 pada hari Jumat.

Sampai pukul 09.44 WIB menurut data Investing.com, Minyak Mentah WTI Berjangka melonjak 3,03% ke $25.85 dan Minyak Brent Berjangka menguat 1,49% ke $33,33.

Harga minyak melonjak pada Selasa (07/04) seiring meningkatnya harapan bahwa negara-negara produsen minyak mentah terbesar dunia akan setuju memangkas produksi akibat terjangan pandemi covid-19 menghancurkan permintaan minyak global.

Pada pukul 15.05 WIB mengutip data Investing.com, minyak mentah Minyak Brent Berjangka melonjak 1,72% ke $33,62 per barel setelah jatuh lebih dari 3% pada Senin. Minyak mentah Minyak Mentah WTI Berjangka AS juga melonjak 3,30% di $26,95 per barel setelah anjlok hampir 8% pada sesi sebelumnya

Negara-negara produsen minyak utama dunia termasuk Arab Saudi dan Rusia kemungkinan akan setuju untuk memangkas produksi pada pertemuan Kamis (09/04) ini, sumber mengungkapkan sebagaimana dilansir Reuters Selasa (07/04) petang. Meski begitu lanjut sumber, semuanya akan tergantung pada Amerika Serikat yang menengahi perundingan ini.

Tetapi ancaman resesi terus membayangi pasar akibat terhentinya banyak kegiatan ekonomi dihantam pandemi covid-19. Dan resesi juga timbul dipicu separuh populasi penduduk dunia kini berada di bawah tindakan serupa karantina wilayah atau langkah-langkah pembatasan sosial.

Permintaan minyak di seluruh dunia telah turun sebanyak 30%, atau sekitar 30 juta barel per hari. Hal itu bertepatan pula dengan langkah-langkah Arab Saudi dan Rusia untuk membanjiri pasar dengan pasokan tambahan setelah gagalnya kesepakatan pemotongan produksi OPEC+.

Harga minyak jatuh pada Senin kemarin setelah Arab Saudi dan Rusia menunda pertemuan untuk menyepakati pengurangan produksi hingga Kamis ini.

Cari tahu informasi selengkapnnya disini atau Private Trading bareng Didimax klik link dibawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *