Parlemen Inggris Ambil Alih Kendali Brexit Dari Theresa May

Parlemen Inggris Ambil Alih Kendali Brexit Dari Theresa May

Hallo teman-teman trader! Berita forex hari ini datang dari Parlemen Inggris Ambil Alih Kendali Brexit Dari Theresa May. Pengambil alihan kendali oleh Parlemen ini terjadi karena Inggris tak kunjung menyepakati proses negosiasi Brexit.

Parlemen Inggris memutuskan untuk mengambil alih kendali atas Brexit dari tangan pemerintahan Perdana Menteri Inggris yaitu Theresa May. Pengambilalihan tersebut dilakukan setelah kekalahan pemerintah dalam proses pemungutan suara (voting) di parlemen pada hari Senin kemarin dengan hasil akhir voting 329-302.

Dan setelah itu, Parlemen Inggris akan mengambil alih proses Brexit selama satu hari dan akan menentukan sejumlah pilihan terkait Brexit melalui serangkaian pemungutan suara kembali pada hari ini.

Di lansir BBC Kemarin, tiga menteri kabinet telah mengundurkan diri setelah Parlemen Inggris mengambil alih proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Ketiganya adalah Menteri Luar Negeri Alistair Burt, Menteri Kesehatan Steve Brine, dan Menteri Bisnis Inggris Richard Harrington.

Ketiga menteri tersebut merupakan bagian dari 30 anggota dari Partai Konservatif yaitu partai yang sama dengan Perdana Menteri Theresa May, yang membelot dalam pemungutan suara parlemen sebelumnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Theresa May terus menegaskan jika Inggris berkepentingan untuk tetap menjalin hubungan ekonomi sedekat mungkin dengan Uni Eropa, namun sejumlah pihak menginginkan Inggris untuk benar – benar keluar dari Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan apa pun (No Deal Brexit), yang secara langsung telah memicu kekhawatiran dikalangan pebisnis, investor, dan para pelaku pasar lainnya.

Hal ini mengakibatkan mata uang Poundsterling (GBP) di pasar uang mudah mengalami tekanan, terutama terhadap mata uang dolar Amerika (USD) dan mata uang Yen Jepang (JPY), meskipun di Amerika sendiri data ekonomi masih kurang memuaskan karena sikap lemah the Fed. Mata uang Yen Jepang (JPY) pun semakin menguat setelah keputusan gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk melonggarkan kebijakan moneter jangka panjangnya.

Pengambil alihan kendali oleh Parlemen ini terjadi karena Inggris tak kunjung menyepakati proses negosiasi Brexit. Padahal awalnya Uni Eropa telah memberikan tenggat waktu hingga akhir bulan Maret ini. Akan tetapi, Perdana Menteri Theresa May mengatakan tidak bisa berjanji akan menjalankan hasil dari pemungutan suara Parlemen tersebut.

Inggris harus resmi keluar dari Uni Eropa pada tanggal 29 Maret 2019 mendatang (2 hari lagi), setelah referendum yang meminta Brexit yang diadakan 3 tahun lalu. Namun, dengan belum adanya kesepakatan antara Pemerintah Inggris dengan Parlemen maka pelaksanaanya pun tertunda.

Jika proposal Perdana Menteri Theresa May akhirnya diterima oleh Parlemen dalam pemungutan suara minggu ini, maka Inggris bisa keluar dari Uni Eropa pada tanggal 22 Mei 2019. Jika tidak, maka Inggris hanya memiliki waktu sampai 12 April 2019 untuk membawa rencana yang baru.

 

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

(Visited 12 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini